BPJS Kesehatan Goes to Campus, Mahasiswa UNNES Diajak Pahami Program JKN


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – BPJS Kesehatan Cabang Semarang menggencarkan literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan Goes to Campus di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menyasar mahasiswa rumpun kesehatan agar memahami penyelenggaraan JKN sekaligus menjadi agen edukasi di masyarakat.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Sri Ratna Rahayu mengatakan, mahasiswa bidang kesehatan membutuhkan pembelajaran langsung dari penyelenggara Program JKN. Peserta kegiatan berasal dari Program Studi Kesehatan Masyarakat jenjang S1 hingga S3, Gizi, Farmasi, dan Pendidikan Dokter.

“Melalui adik-adik mahasiswa ini, penduduk yang saat ini belum menjadi peserta JKN maupun kepesertaannya tidak aktif dapat menjadi bahan penelitian dan pengabdian untuk menyukseskan program ini,” katanya.

Baca juga:  Aksi Hijau Kampung Berseri Astra Suntenjaya

Menurut Sri Ratna Rahayu, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi penerus yang dapat menyebarluaskan informasi Program JKN kepada keluarga dan masyarakat. Ia berharap kegiatan Goes to Campus menjadi agenda berkelanjutan sehingga mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran UNNES setiap tahun memperoleh pemahaman mengenai JKN.


Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang jaminan kesehatan. Mahasiswa dinilai sebagai agent of change yang perlu memahami perjalanan dan manfaat Program JKN.

“Mahasiswa sebagai Agent of Change perlu mendapatkan pemaparan mengenai perjalanan Program JKN yang telah memberikan perlindungan kesehatan kepada jutaan penduduk Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:  XL Axiata Fasilitasi 660 Mitra Penjualan Pulang Kampung

Sari menjelaskan, sepanjang 2025 Program JKN dimanfaatkan sekitar dua juta kali setiap hari atau setara 1.338 pelayanan kesehatan setiap menit. Total pembiayaan layanan kesehatan yang dikeluarkan mencapai Rp190,3 triliun.

“Dampak Program JKN juga dirasakan pada berbagai lini, seperti penurunan angka kemiskinan, perlindungan finansial bagi 14-16 juta penduduk, dan peningkatan derajat kesehatan sebesar 2,71 persen,” jelasnya.

Ia berharap, sinergi antara BPJS Kesehatan dan dunia pendidikan terus diperkuat melalui kegiatan serupa. Dengan semakin banyak generasi muda yang memahami nilai gotong royong dalam Program JKN, upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan sejahtera dapat semakin optimal. (aln)


TERKINI

Rekomendasi

...