JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Semrawutnya penataan lapak di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-Alun Simpang 7 Kudus, mulai memicu keluhan dari para pedagang kaki lima (PKL). Salah satu pedagang mengeluhkan posisinya yang tertutup oleh pedagang lain dan mendesak pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penataan yang adil.
Sari, seorang pedagang ayam geprek di area CFD mengungkapkan, lapak suaminya sejak awal berada di posisi yang terlalu mundur. Kondisi ini kian diperparah dengan hadirnya pedagang sate Madura lesehan yang menggelar dagangan persis di depannya, hingga menutup akses dan pandangan pembeli.
‘’Masalah lapak suami saya sejak dulu terlalu mundur. Di depannya ada pedagang lain, kemarin bahkan ada yang memasang tenda, sehingga lapak kami tertutup. Jadi kalau ada pembeli harus muter dulu,’’ ujar Sari.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan kehadiran sesama pencari nafkah. Namun, dirinya meminta Dinas Perdagangan (Disdag) menerapkan sistem zonasi sejajar dengan pembagian ruang yang jelas, berkaca pada sistem penataan yang pernah sukses diterapkan sebelumnya.
‘’Saya tidak masalah sama-sama pedagang, tapi mohon ditata. Misalnya satu lapak diberi lebar dua meter dan dibuat sejajar. Dulu pernah seperti itu,’’ tambahnya.
Keluhan ini sebenarnya sudah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus sejak tiga pekan lalu, termasuk mengirimkan bukti foto kondisi lapangan langsung kepada Bupati. Meski petugas Disdag sempat meninjau lokasi pekan lalu dan memunculkan wacana penataan berbentuk huruf U, hingga kini janji eksekusi tersebut belum terealisasi di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto menegaskan, pihaknya saat ini memang tengah memfokuskan program penataan ulang kawasan CFD. Langkah ini diambil murni untuk mengurai kesemrawutan dan menciptakan kenyamanan bersama.
‘’Ke depan kita akan tata, bukan menggusur. Kita tata supaya lebih rapi lagi. Termasuk dalam pendataan mana saja pedagang yang sesuai dengan ketentuan dan yang belum. Tujuannya untuk kebaikan para pedagang,’’ tegas Catur. (han/rit)



