JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Sebanyak 200 penari dari berbagai elemen masyarakat menggelar simulasi Tari Lajur Caping Kalo di Alun-Alun Kabupaten Kudus, Senin (27/7). Latihan gabungan ini sebagai persiapan khusus untuk mengisi acara prosesi pengibaran bendera pada upacara HUT RI tanggal 17 Agustus mendatang, sekaligus menjadi tahapan penting dalam memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menjelaskan bahwa simulasi ini sangat krusial untuk mengoordinasi ratusan peserta agar matang saat tampil di hari H.
‘’Kami harus mengkoordinasi 200 peserta. Simulasi ini bertujuan agar mereka menguasai lapangan terlebih dahulu. Kami membagi alur masuk penari dari tiga arah, yaitu sisi utara, sisi timur, dan sisi barat,’’ ujar Endhah, saat ditemui di lokasi simulasi, Senin sore.
Sambungnya, adapun peserta yang terlibat dalam aksi kolosal ini berasal dari lintas generasi, mulai dari pelajar tingkat SMP sederajat, SMA sederajat, hingga kategori umum. Mayoritas di antaranya merupakan para pemenang dan peserta yang sebelumnya telah mengikuti lomba Tari Caping Kalo secara daring melalui pengiriman video.
Endhah menambahkan, keunikan dari pertunjukan visual ini adalah sifatnya yang interaktif. Pada saat hari H nanti, seluruh peserta upacara termasuk Penjabat (Pj) Bupati Kudus, jajaran Forkopimda, tamu undangan, hingga awak media yang hadir akan diajak untuk masuk ke lapangan dan menari bersama.
‘’Tari Lajur Caping Kalo ini adalah bentuk nyata komitmen kami menuju Rekor MURI sekaligus mengenalkan budaya asli Kudus secara luas kepada masyarakat. Jika kemarin masyarakat hanya melihat lewat video lomba, nanti pada 17 Agustus semua bisa menyaksikan dan ikut menari langsung secara massal,’’ pungkasnya. (han/rit)





