Lantik 188 Kepsek Baru, Bupati Semarang Ingatkan Bahaya Medsos dan Judol  


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Sebanyak 118 Kepala Sekolah TK, SD, dan SMP Negeri di Kabupaten Semarang resmi dilantik dan dimutasi, Jumat (31/7/2026) sore. Di balik amanah besar itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang mengingatkan satu hal penting yakni menjaga integritas.

“Para Kepala Sekolah harus menjaga moral dan perilakunya setelah diangkat. Jangan sampai persoalan perselingkuhan maupun judi online membebani kinerjanya,” tegas Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono, usai upacara penyerahan SK di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang.

Bagi Joko Sriyono, sekolah yang bermutu lahir dari kepemimpinan yang bersih. Ia menekankan, di tengah derasnya informasi dan tantangan zaman, kepala sekolah harus jadi benteng pertama.

Bukan hanya mengurusi administrasi dan kurikulum, tapi juga menangkal pengaruh negatif seperti judi online (judol) dan konten tidak mendidik dari media sosial.


“Kalau kepalanya kuat moralnya, insyaallah guru dan muridnya ikut kuat. Itu modal utama kita mengejar mutu pendidikan di Kabupaten Semarang,” pungkas

Baca juga:  Demak Kembali Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK di Tahun Keenam

Menurut Joko, jabatan kepala sekolah juga bukan sekadar manajerial. Peran mereka adalah manajer pelayanan pendidikan yang menjadi teladan langsung bagi murid dan guru.

“Tuntutan kinerja harus diimbangi perilaku yang baik. Karena dari kepala sekolah, budaya sekolah itu dibentuk,” ujarnya.

Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha dalam pengarahan di hadapan 118 kepala sekolah baru menegaskan, pengangkatan dan mutasi ini murni berdasarkan evaluasi kinerja.

“Tidak ada faktor suka tidak suka,” katanya.

Bupati juga menitipkan pesan khusus soal karakter peserta didik di era digital. Ia mengingatkan guru tidak terlibat judol. Larangan ini disampaikan untuk menjaga kedisiplinan kerja, moralitas, serta mencegah rusaknya ekonomi serta prilaku pendidik.

“Jangan sampai kalah dengan pengaruh konten media sosial lewat HP (handphone). Jangan gunakan HP untuk judol yang merugikan semua dan menghambat kinerja.   Pembinaan karakter anak didik harus terus kita laksanakan agar bisa mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan yang bermutu,” tegas Ngesti.

Sementara itu Kepala Disdikbudpora M Taufiqur Rahman melaporkan ada 59 orang guru yang promosi menjadi kepala sekolah dan 59 kepala sekolah yang menjalani mutasi. Terdiri dari 6 kepala TK negeri pembina, 101 Kepala SDN dan 11 Kepala SMPN.

Baca juga:  Peduli Bencana, Akpol Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Dari jumlah itu ada 4 kepala sekolah berstatus PPPK yang diangkat berdasarkan Pernendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025.  Ada 11 Kepala Sekolah yang sudah  lulus pendidikan dan pelatihan  kepemimpinan dibiayai APBN.  Tahun ini direncanakan 99 Kepala Sekolah akan mengikuti Diklat dibiayai APBD Kabupaten Semarang.

Taufiqur menyebut, percepatan pengisian kekosongan jabatan ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan mutu proses belajar mengajar di sekolah-sekolah negeri.

“Masih ada 25 jabatan kepala sekolah yang kosong. Kita rencanakan terisi pada tahun ini,” pungkasnya.

Dengan 25 kursi kepsek yang masih lowong, Pemkab Semarang ditantang untuk segera melengkapi. Tantangannya bukan hanya mengisi, tapi memastikan 143 kepala sekolah ke depan benar-benar menjadi pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa sekolahnya bersaing di era digital. (muz)


TERKINI

540 Anggota PMR Kudus Meriahkan Jumbara IX

Rekomendasi

...