JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digagas Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menyambangi Kabupaten Kudus, Jumat (31/7). Langkah ini sebagai strategi konkret untuk mendongkrak angka konsumsi ikan lokal, sekaligus mempercepat penanganan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang.
Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah, menegaskan bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak kekurangan sumber daya perikanan. Tantangan terbesar saat ini bukan pada ketersediaan pangan, melainkan pada pembentukan kebiasaan masyarakat untuk mengonsumsi ikan setiap hari.
‘’Ikan itu tidak sulit dicari, tinggal bagaimana kita membiasakannya. Kandungan protein dan omega-3 yang tinggi pada ikan bukan hanya mencegah stunting, tetapi juga krusial untuk meningkatkan kecerdasan anak,’’ ujar Hindun.
Ia menambahkan, jenis ikan lokal seperti lele, nila, bandeng, hingga kembung memiliki mutu gizi yang sangat tinggi. Bahkan, kandungan gizi ikan kembung diklaim setara dengan ikan salmon premium, sehingga sangat ideal menjadi pilihan utama protein keluarga.
Untuk mengatasi anak yang sulit makan ikan karena aroma amis, Hindun mengimbau para ibu hamil dan orang tua balita untuk lebih kreatif. Pengolahan ikan menjadi abon, bakso, atau nugget dinilai efektif menarik minat anak dalam masa pertumbuhan.
Dalam aksi nyata tersebut, Safari Gemarikan juga menyalurkan bantuan paket ikan segar kepada warga. Hindun berharap program ini tidak menjadi seremonial belaka, melainkan diteruskan oleh pemerintah daerah hingga ke tingkat desa.
‘’Gemarikan ini adalah stimulan. Setelah ini, makan ikan harus jadi menu wajib, termasuk untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) balita,’’ tegasnya.
Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menyebut gerakan ini selaras dengan program percepatan penurunan stunting yang sedang digalakkan Pemkab Kudus. Saat ini, angka stunting di Kudus sudah berhasil ditekan hingga tersisa 3,7 persen.
‘’Capaian (3,7 persen) itu tidak mungkin diraih tanpa kolaborasi semua pihak. Kami menyambut baik Safari Gemarikan ini sebagai gerakan sederhana yang berdampak besar menuju zero stunting di Kudus,’’ kata Endhah.
Pihaknya juga menyerukan kepada para orang tua untuk aktif membawa anak ke Posyandu, memanfaatkan layanan Kedai Balita, dan mempraktikkan variasi menu olahan ikan.
‘’Adanya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan, PKK, dan masyarakat, kami yakin mampu mencetak generasi Kudus yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,’’ pungkasnya. (han/rit)





