JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Tren kendaraan listrik dan hybrid menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar otomotif nasional sepanjang 2026. Di tengah penurunan penjualan mobil berbahan bakar bensin, masyarakat mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi karena dinilai lebih hemat, efisien, dan praktis.
CEO Indomobil Group, Santiko Wardoyo mengatakan, pasar otomotif nasional tumbuh sekitar 21 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan tersebut sebagian besar disumbang penjualan mobil listrik dan hybrid, sedangkan penjualan mobil berbahan bakar bensin justru turun sekitar 8 persen.
“Kalau kita lihat, total nasional naik sekitar 21 persen. Yang menarik, kenaikan itu banyak ditunjang mobil listrik dan hybrid, sedangkan mobil berbahan bakar bensin justru turun sekitar 8 persen,” katanya, dalam pembukaan Indomobil Expo yang berlangsung di Main Atrium 23 Mall Semarang, 4-9 Agustus 2026.
Menurut dia, tren tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta dan kota-kota besar, tetapi juga mulai terlihat di berbagai daerah. Saat melakukan kunjungan ke Palembang, misalnya, penjualan kendaraan listrik meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Customer di daerah sudah mulai percaya dan beralih ke mobil listrik. Artinya, masyarakat semakin yakin kendaraan listrik bisa menjadi pilihan utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu alasan masyarakat beralih ke mobil listrik adalah biaya operasional yang lebih rendah. Selain harga bahan bakar yang masih fluktuatif akibat dinamika global, kendaraan listrik juga memiliki biaya perawatan yang jauh lebih murah.
“Mobil listrik tidak memiliki mesin seperti kendaraan bensin, sehingga interval servisnya hampir dua kali lebih panjang. Konsumen juga tidak perlu rutin mengganti oli yang harganya terus naik,” jelasnya.
Santiko menambahkan, penghematan juga dirasakan dari sisi biaya kepemilikan kendaraan. Pajak kendaraan serta sejumlah biaya administrasi lebih ringan, sementara pengisian daya baterai di rumah jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli bahan bakar minyak.
“Pulang kerja tinggal colok di rumah, besok pagi baterai sudah penuh. Masyarakat mulai teredukasi bagaimana memiliki kendaraan dengan biaya operasional yang lebih efisien,” ungkapnya.
Ia memastikan masyarakat di daerah tidak perlu lagi khawatir menggunakan kendaraan listrik. Selain jaringan SPKLU yang terus bertambah, Indomobil juga menghadirkan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) yang memadukan motor listrik dengan generator sehingga mampu menambah jarak tempuh.
“Teknologi ini cocok untuk masyarakat di daerah. Sensasi berkendaranya tetap mobil listrik, tetapi ada generator yang membantu sehingga tidak perlu khawatir kehabisan daya saat perjalanan jauh,” tandasnya.
Dalam Indomobil Expo yang berlangsung di Main Atrium 23 Mall Semarang, Indomobil Group menghadirkan enam merek kendaraan dengan berbagai pilihan teknologi elektrifikasi. Salah satu produk unggulannya adalah Neta X yang dipasarkan mulai Rp319 juta hingga Rp369 juta sesuai tipe, serta model lain di kisaran Rp519 juta.
Santiko menambahkan, Indomobil juga menggandeng sejumlah perusahaan pembiayaan seperti Adira Finance untuk memberikan berbagai kemudahan pembelian melalui bunga ringan, tenor panjang, hingga uang muka yang kompetitif. Setelah Semarang, Indomobil akan melanjutkan roadshow ke Medan dan Bandung guna memperluas edukasi kendaraan listrik di berbagai daerah.(aln)






