JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Diponegoro (HIPMI PT UNDIP), menggelar forum diskusi nasional ICLS Featuring BJF 2026 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026).
Mengusung tema “Membangun Kedaulatan Ekonomi Indonesia Melalui Hilirisasi Komoditas Strategis, Akselerasi EBT, dan Kepastian Hukum Investasi”, forum tersebut menjadi ruang dialog lintas sektor untuk membahas arah dan tantangan perekonomian Indonesia di tengah dinamika dunia usaha dan investasi.
Diskusi menyoroti tiga agenda strategis, yakni penguatan hilirisasi komoditas strategis, percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT), serta pentingnya kepastian hukum dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Di bawah kepemimpinan Rizky Najagar Abdillah Sihite alias Jagar, HIPMI PT UNDIP menempatkan forum ini sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk mempertemukan berbagai perspektif, mulai dari akademisi, pelaku usaha, pemerintah, investor, hingga generasi muda.
Jagar menilai keterlibatan generasi muda menjadi salah satu elemen penting dalam agenda pembangunan ekonomi nasional.
“Pembangunan ekonomi nasional tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda untuk menciptakan inovasi serta membuka peluang baru. HIPMI PT UNDIP siap menjadi bagian dari kolaborasi tersebut,” ujar Jagar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/9/2026).
Dijelaskan, Hilirisasi komoditas strategis menjadi salah satu pembahasan utama dalam forum tersebut. Penguatan industri dari sektor hulu hingga hilir dinilai memiliki keterkaitan dengan peningkatan nilai tambah komoditas, pengembangan industri nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Indonesia.
“Di sisi lain, percepatan energi baru dan terbarukan menjadi bagian penting dalam melihat arah masa depan sektor energi nasional. Transisi energi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk investasi, inovasi teknologi, kesiapan sumber daya manusia, serta kebijakan yang mampu membangun ekosistem energi berkelanjutan,” jelasnya.
Forum juga menyoroti aspek kepastian hukum investasi. Kejelasan regulasi dan tata kelola yang baik menjadi salah satu unsur penting bagi terciptanya iklim usaha yang kondusif, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor dalam menjalankan kegiatan ekonominya.
Bagi HIPMI PT UNDIP, ICLS Featuring BJF 2026 tidak sekadar menjadi forum pertukaran gagasan. Kegiatan ini diarahkan untuk membuka ruang kolaborasi dan memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan dunia usaha serta tantangan ekonomi nasional.
“Penyelenggaraan forum tersebut sekaligus memperkuat peran organisasi mahasiswa pengusaha sebagai wadah pembelajaran, pengembangan kapasitas, dan pembangunan jejaring bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan,” pungkasnya.
Melalui ICLS Featuring BJF 2026, HIPMI PT UNDIP ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki wawasan ekonomi dan keberanian berwirausaha, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan industri dan kedaulatan ekonomi Indonesia. (ucl/rit)




