JATENGPOS.CO.ID, PATI – Misteri hilangnya nelayan Haryanto (46) setelah kecelakaan laut di perairan Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, akhirnya terungkap. Haryanto ditemukan meninggal dunia di pantai Dukuh Widengan, Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Sabtu (19/9) malam.
Korban ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB oleh seorang warga bernama Wiwit (33) yang sedang mencari kepiting di sekitar pantai. Saat melihat jasad korban, saksi kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada warga dan pemerintah Desa Margomulyo serta Desa Sambiroto.
Identitas korban kemudian diketahui sebagai Haryanto, warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (16/9). Setelah mengalami kecelakaan laut saat melaut bersama Moin, yang telah lebih dahulu ditemukan meninggal dunia.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto, S.H., M.H., bersama personel Polsek Tayu, Koramil Tayu, warga dan relawan melakukan evakuasi terhadap jenazah. Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB melalui jalur laut menggunakan perahu nelayan.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Tayu. Dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diduga meninggal karena tenggelam,” kata Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto.
Berdasarkan pemeriksaan, jenazah diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari. Temuan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak keluarga dan pemerintah desa untuk proses penanganan selanjutnya.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara, mencatat keterangan saksi serta membantu proses evakuasi jenazah menuju rumah duka. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dan membuat surat pernyataan yang turut ditandatangani Kepala Desa Sambiroto.
Dengan adanya persetujuan pihak keluarga tersebut, jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan seluruh proses penanganan berlangsung dengan aman dan tertib.
Sebelumnya, Haryanto dilaporkan hilang setelah dirinya berusaha menolong Moin yang terjatuh ke laut karena kakinya tersangkut jaring saat menangkap ikan di perairan Pecangaan. Keduanya kemudian terbawa arus dan tenggelam. Moin ditemukan lebih dahulu dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Haryanto baru ditemukan empat hari kemudian di pesisir Tayu.(Ida/rit)




