Inovasi Keperawatan SIKAJI CEPAT Permudah Skrining Kesehatan Jiwa Masyarakat di Puskesmas Sukamara


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Dwi Hutaminingsih, seorang perawat sekaligus Koordinator Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Sukamara, memutuskan untuk menyelesaikan proyek kinerjanya dengan menciptakan inovasi berbasis web yang disebut SIKAJI CEPAT (Skrining Kesehatan Jiwa Cepat).

Tujuan inovasi ini adalah meningkatkan layanan kesehatan jiwa dengan mempermudah masyarakat umum untuk melakukan penilaian awal kesehatan jiwa secara mandiri, cepat, dan mudah diakses.

Konsep ini muncul karena adanya kendala di mana pelaksanaan skrining kesehatan jiwa di berbagai Lokasi seperti kantor, sekolah, Pustu, Poskesdes, Posyandu ILP, dan Puskesmas sebagian besar bergantung pada jadwal petugas. Selain itu, proses pengolahan data yang diperlukan menyebabkan hasil skrining tidak dapat langsung diketahui, sehingga menghambat penyampaian hasil maupun pelaksanaan langkah tindak lanjut.

“Banyak masyarakat yang butuh deteksi dini, tapi terkendala waktu dan tempat. Padahal kesehatan jiwa tidak bisa menunggu jadwal,” ungkap Dwi Hutaminingsih kepada Jateng Pos, kemarin.


Dari keresahan itulah lahir SIKAJI CEPAT. Tujuannya sederhana membuat skrining lebih mudah, cepat, dan bisa dilakukan siapa saja, kapan saja.

Dijelaskan oleh Mahasiswa Prodi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran ini,  melalui situs web SIKAJI CEPAT, masyarakat dapat melakukan skrining kapan saja dan di mana saja menggunakan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) bagi kelompok usia 15–18 tahun dan Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) bagi mereka yang berusia di atas 18 tahun.

Baca juga:  Kopi Khas Pagar Alam Paling Diminati Selama Pandemi berkat Digital Marketing

Setelah skrining selesai, sistem akan langsung menampilkan hasil dan menerbitkan Surat Hasil Skrining Kesehatan Jiwa yang dapat diunduh. Surat tersebut juga memuat saran tindak lanjut yang disesuaikan dengan kondisi peserta.

Dwi Hutaminingsih mengembangkan proyek kinerja ini untuk mendukung transformasi digital layanan kesehatan jiwa serta memastikan masyarakat mendapatkan akses skrining yang lebih mudah, cepat, dan berkelanjutan.

Inovasi SIKAJI CEPAT terbukti menjadikan skrining kesehatan mental lebih sederhana, cepat, dan efektif. Melalui situs web tersebut, masyarakat dapat melakukan tes secara mandiri kapan saja dan dari mana saja tanpa harus menunggu jadwal kegiatan Puskesmas.

Surat Hasil Skrining Kesehatan Mental yang memuat interpretasi hasil serta saran tindak lanjut yang disesuaikan dengan kondisi peserta dapat langsung diunduh. Selain itu, karena seluruh data tersimpan secara otomatis dalam sistem, inovasi ini mempermudah tenaga kesehatan dalam hal administrasi data, pemantauan, penilaian, serta penyusunan laporan program kesehatan mental.

Inovasi SIKAJI CEPAT menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat mendukung keberhasilan pelaksanaan Program Kesehatan Mental di UPT Puskesmas Sukamara sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan deteksi dini kesehatan mental.

Karena inovasi SIKAJI CEPAT menggunakan platform berbasis web yang dapat diakses melalui komputer maupun perangkat seluler, sistem ini mudah diterapkan dan tidak memerlukan peralatan khusus.

Baca juga:  Mahasiswa Undip Ciptakan Screen Protector

Selain itu, sistem ini menyederhanakan administrasi data dan pelaporan untuk program kesehatan jiwa, mengurangi penggunaan formulir kertas, serta hemat biaya.

Inovasi ini dapat diperluas penerapannya ke puskesmas dan fasilitas kesehatan lain yang menyediakan program skrining kesehatan jiwa, tidak terbatas hanya pada Puskesmas Sukamara.

Dwi Hutaminingsih berharap SIKAJI CEPAT dapat menjadi wujud transformasi digital dalam layanan kesehatan jiwa, mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan jiwa, serta memberikan akses yang lebih mudah, cepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat untuk mendapatkan deteksi dini.

Kini, adanya SIKAJI CEPAT selain memudahkan masyarakat juga memangkas beban administrasi tenaga kesehatan. Seluruh data tersimpan otomatis di sistem, sehingga mempermudah pemantauan, penilaian, dan pelaporan program kesehatan jiwa.

“Dengan ini penggunaan kertas berkurang, biaya operasional lebih hemat, dan pelaporan jadi lebih cepat,” jelas Dwi.

Ia berharap inovasi ini dapat direplikasi di puskesmas lain. Tujuannya untuk mendukung transformasi digital layanan kesehatan jiwa dan membantu pencapaian Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan jiwa.

“Harapan kami, masyarakat punya akses deteksi dini yang lebih mudah, cepat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan SIKAJI CEPAT, deteksi dini gangguan kesehatan jiwa tidak lagi harus menunggu. Cukup dari genggaman, kapan saja dan di mana saja. (muz)


TERKINI


Rekomendasi

...