Polres Semarang Klarifikasi Kabar Penyerangan Rumah Pelaku Pembunuhan di Ambarawa


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Polres Semarang mengklarifikasi kabar dugaan aksi penyerangan rumah keluarga pelaku perampok disertai pembunuhan pemilik counter Royal Phone di Ambarawa. Hasil pengecekan petugas di lokasi, warga yang berkerumun di rumah salah satu pelaku karena terpengaruh kabar hoaks yang beredar.

“Kita lakukan pengecekan saat itu ada semacam berita hoaks yang menginformasikan keluarga korban sedang berkumpul. Mereka berkumpul karena melaksanakan kegiatan tahlilan atas meninggalnya korban. Bukan tujuan lain seperti yang dikabarkan,” ujar Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskan, ada pihak-pihak berupaya memanfaatkan situasi, memperkeruh situasi dan mengatakan ada pihak lain yang akan melakukan aksi main hakim. Tersiar akan mendatangi rumah pelaku.

Baca juga:  Diduga Korupsi PTSL, Kades dan 4 Perangkat Desa Papringan Ditahan Kejari

“Untuk itu kami berharap kepada seluruh rekan-rekan media untuk membantu kita untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terkait maraknya berita hoaks,” tandasnya.


Terkait penegakan hukum, lanjut AKBP Heru, memohon seluruh masyarakat Kabupaten Semarang untuk mempercayakan kepada Polres Semarang memproses kasus ini secara tuntas.

“Insyaallah nanti kita akan terus update perkembangan penanganan kasus ini. Percayakan kami akan menuntaskan pengusutan yang masih berjalan, menindak tegas para pelaku,” pungkasnya.

Massa saat berkerumun di depan rumah salah satu pelaku di lingkungan Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Ambarawa, pada Jumat malam (7/8/2026). FOTO:IST/JATENGPOS

Diketahui, suasana lingkungan Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Ambarawa sempat tegang pada Jumat malam (7/8/2026). Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Candra Waskito (25).

Baca juga:  Sambut Hari Bhayangkara, Polda Jateng Gelar Bakti Kesehatan Gratis di Pasar Pedurungan

Peristiwa itu bahkan sempat viral setelah sejumlah warga menyiarkan langsung lewat TikTok. Namun Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti memastikan situasi tidak sampai ricuh.

“Cuma war-wer begitu saja. Yang bikin heboh itu karena ada yang live,” ujar Ririh menanggapi suasana yang dinilai masih kondusif.

Menurutnya, aktivitas malam itu hanya berupa lalu-lalang pengendara motor dari arah Banyubiru ke Bawen, muter ke Pasar Projo lalu balik lagi.

“Mereka tidak turun-turun,” katanya.

Selain itu, warga perumahan juga tampak berjaga-jaga di lingkungan mereka. Aksi itu berlangsung selepas Isya hingga sekitar pukul 21.00 WIB. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...