Pertukaran Guru-Siswa Rampung, Kendala Transportasi SMP Disorot


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus resmi menarik seluruh peserta program pertukaran guru dan siswa, yang telah berlangsung selama dua minggu. Saat ini, pihak dinas tengah mengolah data kuesioner dari berbagai pihak, untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan tersebut ke depan.

Plt Kepala Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menyatakan bahwa proses penarikan peserta sudah rampung dilaksanakan pada Sabtu lalu. Evaluasi komprehensif kini sedang berjalan, dengan menjaring masukan dari siswa, guru, orang tua, hingga pengawas sekolah.

‘’Semua masukan akan kami analisa sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan arah kebijakan program ini ke depannya,’’ ujar Anggun, saat ditemui Selasa (11/8), baru-baru ini.

Diakui, dalam perjalanan program pertukaran tersebut, ada beberapa kendala yang harus dipecahkan. Berdasarkan laporan sementara, pelaksanaan program tingkat SD berjalan relatif lancar karena pertukaran hanya dilakukan dalam satu kecamatan. Namun, untuk tingkat SMP, kendala utama yang muncul adalah masalah transportasi akibat zonasi pertukaran yang lintas kecamatan.

Baca juga:  ADD Anjlok, Pemdes di Kudus Evaluasi Anggaran Kegiatan

Sementara itu, untuk pertukaran guru, sempat muncul persoalan teknis terkait administrasi absensi pada hari pertama dan kedua. Sejumlah guru merasa kebingungan dan sempat kembali ke sekolah asal hanya untuk melakukan presensi sebelum bergeser ke sekolah tujuan.

‘’Masalah absensi sebenarnya sudah difasilitasi oleh BKPSDM agar guru tidak perlu repot. Kendala di lapangan ini sudah clear dan berjalan aman memasuki hari ketiga,’’ jelasnya.

Meski ada catatan minor di sektor logistik, Anggun menegaskan tidak ada kendala teknis yang berarti dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Guru maupun siswa adaptif terhadap lingkungan baru dan tidak ada keluhan mengenai metode pengajaran.

Anggun menilai program kali ini jauh lebih sukses dan matang dari sisi persiapan. Durasi pelaksanaan selama dua minggu juga dinilai sangat ideal bagi peserta.

‘’Minggu pertama dipakai enam hari untuk adaptasi dan berteman. Baru di minggu kedua mereka bisa mendalami pengalaman serta menyerap insight positif dari sekolah tujuan untuk dibawa pulang,’’ tandasnya.

Baca juga:  Tinjau Pesantren Kilat, Bupati Sam'ani Dorong Penguatan Karakter

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus resmi meluncurkan program pertukaran guru dan pelajar jenjang SD serta SMP tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengejar ketertinggalan dan memangkas kesenjangan kualitas antara sekolah favorit dan sekolah non-favorit di wilayah Kudus.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa evaluasi berkala terus dilakukan agar jarak indikator mutu antar-sekolah tidak terlalu jauh. Melalui program ini, para guru dan siswa diajak melihat langsung ekosistem lingkungan di sekolah lain untuk kemudian diterapkan sebagai bahan perbaikan.

‘’Kami sedang melaksanakan pertukaran guru dan pelajar. Tujuannya agar gap jaraknya tidak terlalu jauh. Kita pelajari dan lakukan perbaikan, baik dari sisi SDM, infrastruktur, metode pembelajaran, hingga ekosistem kegiatan unggulan sekolah seperti mengaji atau kesenian,’’ ujar Sam’ani. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...

Tunggakan PKD Pasar di Kudus Tembus Rp...

Bus AKAP ini Bawa Rokok Ilegal Dicegat...

Soal ASN Bolos Kerja, Komisi A Desak...

Geger Demo PBB 250 Persen, Bupati Pati...

Satpol PP Kudus Sapu Galian C dan...