JATENGPOS.CO.ID, PATI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memberangkatkan massa menggunakan lima bus menuju Jakarta pada Rabu (26/8/2026) siang. Rombongan tersebut akan bergabung dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membawa dua tuntutan utama, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor.
Keberangkatan massa sempat diwarnai ketegangan setelah aparat kepolisian menghalau bus yang hendak memasuki kawasan Alun-Alun Pati. Massa yang telah berkumpul di alun-alun kemudian bergeser menuju Jalan Syeh Jangkung, dekat Jembatan Kalianyar, untuk mendatangi bus yang tertahan.
Personel AMPB, Sutikno alias Paijan Jawi, mengaku kecewa dengan tindakan tersebut. Ia menilai penghadangan bus menghambat upaya massa menyampaikan aspirasi.
“Ini pembungkaman yang dilakukan oleh oknum kepolisian yang katanya perintah dari atasannya. Kami dipersulit untuk menyuarakan pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukum mati koruptor,” tegasnya.
Koordinator pemberangkatan kemudian memindahkan titik kumpul dan melangsir peserta menggunakan kendaraan alternatif guna menghindari gesekan sekaligus mempercepat proses keberangkatan.
Personel AMPB lainnya, Novie Andrianta, mengatakan peserta dilangsir menggunakan dua mobil pikap karena bus dilarang mendekati kawasan alun-alun.
“Karena bus yang kami parkir dilarang mendekat ke alun-alun oleh pihak kepolisian, sementara peserta sudah kepanasan, saya izin melangsir kawan-kawan menggunakan dua mobil pikap,” ujarnya.
Novie menyebut jumlah bus yang diberangkatkan bertambah dari rencana awal seiring tingginya antusiasme masyarakat dan adanya dukungan donasi swadaya.
Dari lima bus yang disiapkan, dua bus telah berangkat lebih dahulu karena penumpangnya sudah penuh. Sementara tiga bus lainnya berangkat secara beriringan setelah berhenti di depan Plaza Pragolo Pati.
“Totalnya ada lima bus. Karena ada tambahan donasi dari warga dan antusiasme tinggi, kami tambah satu bus lagi,” katanya.
Ia menegaskan seluruh peserta telah diarahkan untuk menjaga ketertiban selama perjalanan maupun mengikuti aksi di Jakarta.
“Sesuai komando, kami pastikan rombongan tetap tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis,” pungkasnya.(Ida/rit)




