JATENGPOS.CO.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus mendorong penguatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter sekaligus ruang persatuan bagi generasi muda. Hal itu disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026 di GOR Pesantenan Pati, Rabu (26/8).
Kegiatan tersebut dibuka Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon didampingi Risma Ardhi Chandra dan Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi. Gelar karya GSMS berlangsung 26-29 Agustus 2026 dengan melibatkan 20 sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pati.
Dalam program tersebut, para siswa berkesempatan menampilkan karya seni setelah mengikuti 15 kali pertemuan pembelajaran bersama seniman pendamping di sekolah masing-masing.
Fadli Zon mengapresiasi talenta seni yang ditampilkan para siswa Pati. Ia mengajak generasi muda untuk mencintai dan menjunjung tinggi seni budaya lokal agar tidak kehilangan identitas dan jati diri bangsa.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang sangat beragam, mulai dari teater, tari, ketoprak, wayang orang, musik tradisi dan kontemporer, film, seni rupa hingga sastra.
“Terutama kita harus menjunjung seni budaya lokal. Harus tahu dulu di Pati ini ada apa saja ekspresi budayanya, seninya, budayanya. Dan inilah yang pertama kali kita kuatkan supaya kita tidak kehilangan identitas, tidak kehilangan jati diri,” ujar Fadli.
Ia memastikan program GSMS akan terus dilanjutkan Kementerian Kebudayaan dengan pengembangan variasi program, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Fadli juga menyebut Kementerian Kebudayaan memberikan fasilitasi kepada seniman, budayawan, dan komunitas melalui Dana Indonesia Raya. Menurutnya, pemajuan kebudayaan nasional merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945.
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan GSMS serta seluruh pihak yang selama ini berkomitmen menghidupkan kesenian di Kabupaten Pati.
Chandra menilai program tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat sekaligus belajar langsung dari para seniman.
“Dengan kesenian, kita dapat bersatu, mempunyai satu bahasa, satu irama, lebih akrab dan meminimalisir konflik, serta membentuk team work yang kuat,” katanya.
Menurut Chandra, banyak talenta luar biasa dimiliki anak-anak Pati. Bahkan, para siswa mampu menampilkan karya layaknya seniman profesional setelah mendapatkan pendampingan dari seniman.
Karena itu, Pemkab Pati berkomitmen mendorong pelaksanaan GSMS agar semakin masif di sekolah-sekolah. Seni juga diharapkan terus digaungkan sejak jenjang pendidikan dasar hingga mampu berkembang ke tingkat internasional.
Pemkab Pati juga akan memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak untuk menampilkan karya seni, salah satunya melalui penyediaan panggung kesenian dalam berbagai kegiatan, termasuk Car Free Day.
Selain GSMS, Chandra mengungkapkan rencana pembangunan museum di kawasan belakang Pendopo Kabupaten Pati. Pembangunan tersebut akan didukung Kementerian Kebudayaan dan diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pelajar untuk mengenal sejarah serta budaya Pati.
Dalam kesempatan itu, Chandra turut memberikan penghargaan kepada seniman dan guru pendamping yang berkontribusi dalam pelaksanaan GSMS.
Secara nasional, program GSMS tahun 2026 melibatkan 216 sekolah, 221 seniman, dan 221 guru pendamping. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, SLB, MTs hingga SMK di 25 daerah di Indonesia.
Melalui GSMS, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda memiliki ruang untuk berkarya, mengenal budaya daerah, serta menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan dan sarana membangun karakter.(Ida/rit)




