Revitalisasi SDN 4 Undaan Kidul Disorot Publik


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Proyek revitalisasi gedung SDN 4 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, terdapat penyesuaian nilai anggaran serta penggunaan metode manual, pada proses pengecoran struktur bangunan yang dinilai berpotensi mempengaruhi kualitas fisik sekolah.

Diketahui, proyek revitalisasi tersebut pada awalnya dianggarkan sebesar Rp 1,1 miliar saat tahap pengajuan. Namun, memasuki tahap pengerjaan fisik, alokasi anggaran berkurang menjadi Rp 984.989.944,29 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Selain persoalan penyesuaian dana, sorotan warga tertuju pada proses pengecoran dak beton yang hanya mengandalkan tenaga manusia, tanpa menggunakan alat bantu mesin aduk (ready mix maupun site mix).

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala SDN 4 Undaan Kidul, Arif Wijayanto, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa perubahan nilai anggaran terjadi setelah adanya proses Mutual Check 0 (MC-0) atau pengecekan ulang tingkat kerusakan di lokasi oleh pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca juga:  KPU-Diskominfo Kudus Sepakati Rencana Kerja Lima Tahun

“Untuk anggaran yang pertama itu Rp 1,1 miliar saat pengajuan kita. Terus setelah MC-0, pengecekan ulang di lokasi ada keretakan dan yang lainnya, turun menjadi Rp900 juta sekian,” ujar Arif saat ditemui di lokasi sekolah, Kamis (10/9).

Arif menegaskan bahwa seluruh alur pengajuan hingga penerimaan bantuan revitalisasi telah dijalankan sesuai prosedur, mulai dari perencanaan, penunjukan pelaksana, hingga pengawasan. Pihaknya menunjuk tim perencana dari Purwodadi karena keterbatasan waktu pengurusan, serta membentuk Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP).

Adapun ruang lingkup pengerjaan mencakup renovasi dua ruang kelas menjadi bangunan bertingkat (dak), renovasi dua ruang kelas lainnya, perbaikan toilet lama, serta pembangunan toilet baru. Pembangunan secara vertikal dilakukan mengingat keterbatasan luas lahan sekolah.

Baca juga:  DPRD Ketuk Palu, Sentra Lentog Resmi Dihibahkan ke Desa

Mengenai pengerjaan cor secara manual, Arif menguraikan bahwa kendala utamanya adalah akses area sekolah yang sangat sempit dan padat oleh tumpukan material. Meski dikerjakan secara manual, ia memastikan pihak panitia akan terus melakukan pengawasan ketat agar mutu bangunan tetap optimal.

Proyek yang sempat tertunda selama kurang lebih satu bulan ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari pengerjaan, atau tepatnya pada 19 November 2026.

“Selama proses renovasi berlangsung, sebanyak 98 siswa SDN 4 Undaan Kidul dipindahkan sementara dan menjalani kegiatan belajar mengajar di rumah warga, rumah guru, serta musala terdekat demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (han/rit)

 


TERKINI

Rekomendasi

...