JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Suasana pesta demokrasi yang meriah dan inklusif tersaji di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus, Rabu (16/9). Untuk pertama kalinya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus menginisiasi Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak di 92 tingkat SLTA se-Kabupaten Kudus, termasuk melibatkan siswa berkebutuhan khusus.
Hadir meninjau langsung jalannya pemungutan suara, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Pilketos yang berjalan lancar dan transparan. Didampingi Ketua KPU Kudus Ahmad Amir Faisol, Bupati menegaskan pentingnya memberikan ruang setara bagi penyandang disabilitas dalam berdemokrasi.
Menurut Sam’ani, bahwa ajang ini bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan wadah pembelajaran politik yang nyata bagi generasi muda. Disisi lain, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak konstitusional yang sama dengan warga negara lainnya.
‘’Hari ini kita menyaksikan langsung pemilihan Ketua OSIS di SLB Kudus. Ini menjadi ruang dan kesempatan bagi anak-anak kita yang berkebutuhan khusus, agar mereka punya semangat, hak pilih, hak suara, serta kesempatan untuk memilih dan dipilih,’’ ujar Sam’ani di sela-sela peninjauan.
Dalam kesempatan itu, Ia juga berpesan kepada para kandidat agar menyikapi hasil pemilihan dengan dewasa,’’Menang atau kalah dalam demokrasi itu hal biasa. Yang terpenting setelah ini saling berangkulan dan kita dukung siapa pun yang terpilih. Proses ini benar-benar terbuka, jujur, dan adil,’’ tambahnya.
Ketua KPU Kabupaten Kudus, Ahmad Amir Faisol, menjelaskan bahwa Pilketos Serentak ini diikuti oleh 92 sekolah tingkat SMA, SMK, MA, dan SLB di seluruh wilayah Kudus. KPU menerjunkan enam tim yang disebar ke sembilan kecamatan guna memonitor jalannya pesta demokrasi sekolah ini.
‘’’Daftar pemilih diambil dari seluruh siswa di sekolah tersebut dengan sasaran utama para pemilih pemula. Ini merupakan program pertama yang diinisiasi KPU Kudus bekerja sama dengan Pemkab,’’ jelas Faisol.
Terkait keberlanjutan program, Faisol berharap kegiatan serupa bisa digelar tahun depan. Namun, pihaknya masih harus menyesuaikan jadwal internal karena tahapan Pemilu Nasional 2029 sudah mulai berjalan pada tahun 2027.
Terpisah, Kepala SLB Purwosari Kudus, Edi Sujito, menilai simulasi ini sangat krusial bagi persiapan mental siswa disabilitas menghadapi Pemilu 2029 mendatang. Di SLB Purwosari sendiri, terdapat dua calon ketua OSIS yang berkompetisi, yaitu Yulmi (siswa kelas 10 Tuna Netra) dan Faozen (siswa kelas 11 Tuna Grahita). Total ada 84 pemilih yang terdiri dari 52 siswa dan 32 guru yang ikut menyukseskan acara.
‘’Kami berharap, pada pemilu resmi nanti, KPU tetap menyediakan layanan khusus bagi penyandang disabilitas. Seperti surat suara berhuruf Braille untuk tuna netra dan bimbingan teknis yang ramah anak berkebutuhan khusus,’’ pungkas Edi. (han/rit)




