Kinerja Keberlanjutan dan Tata Kelola Semakin Unggul, SIG Raih Katadata ESG Insight Award 2026


JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali mendapat pengakuan atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). SIG meraih Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026 kategori Tata Kelola sektor Material Konstruksi atas kinerja dan inisiatif unggul dalam penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pilar tata kelola.

 

Penghargaan tersebut diserahkan Co-founder & Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto, kepada ESG Project Management Senior Manager SIG, Arif Kurniawan, dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 di Sudirman Hall, Sequis Tower SCBD, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Penghargaan ini menjadi apresiasi terhadap penerapan prinsip tata kelola dan keberlanjutan yang dijalankan SIG.

 

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada perusahaan. “SIG menerapkan praktik GCG di setiap tahapan kegiatan operasi sehingga lebih resilience menghadapi tantangan industri dan situasi ekonomi yang dinamis,” katanya.

 

Dijelaskan, prinsip keberlanjutan dalam kerangka ESG merupakan elemen penting yang tidak terpisahkan dari operasional SIG. Perusahaan menjalankan kegiatan bisnis dengan berpegang pada lima prinsip GCG, yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran.

 

Ditambahkan, penerapan tata kelola tersebut juga menjadi bagian dari upaya SIG menjaga kinerja bisnis di tengah tantangan industri semen. “Ini dibuktikan dengan kemampuan Perusahaan mencatatkan pertumbuhan kinerja dan menjaga profitabilitas di tengah situasi overcapacity yang membuat persaingan bisnis di industri semen semakin ketat,” ungkapnya.

Baca juga:  Uji Publik Calon Walikota dan Wakil Walikota Solo, Rektor UMS Pertanyakan Strategi Pendidikan Inklusi

 

Untuk memastikan praktik GCG terimplementasi dengan baik, SIG telah membentuk Komite Keberlanjutan sejak 2021. Komite tersebut berperan memantau pelaksanaan agenda keberlanjutan serta mendukung pencapaian target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030.

 

Menurutnya, SIG juga telah memiliki kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) yang mendukung proses identifikasi, pengelolaan, dan mitigasi risiko serta peluang terkait perubahan iklim. “SIG berkomitmen untuk terus melanjutkan praktik GCG untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

 

Dikatakan, SIG secara konsisten melakukan pengukuran terhadap kualitas GCG melalui penilaian dan evaluasi tingkat pemenuhan kriteria yang mengacu pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta ketentuan terkait lainnya.

 

Pada 2025, SIG berhasil memperoleh skor GCG sebesar 102,67 dengan predikat Leadership in Corporate Governance. SIG juga meraih penghargaan Best State-Owned Enterprise dalam penilaian yang diselenggarakan The Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).

Baca juga:  Wibowo Prasetyo : Gunakan Bantuan PIP Untuk Kebutuhan Sekolah Anak

 

Capaian tersebut, dituturkan Indrieffouny, merefleksikan komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik GCG yang selaras dengan standar internasional ACGS.

 

“Semua pencapaian yang berhasil diraih oleh SIG merefleksikan komitmen kuat Perusahaan dalam praktik GCG yang selaras dengan standar internasional ACGS,” tuturnya.

 

KESGI Award 2026 diberikan Katadata Green untuk mengapresiasi perusahaan dengan kinerja keberlanjutan terbaik di Indonesia. Penilaian dilakukan melalui metode ESG scoring yang mengacu pada informasi dan dokumen terkait ESG yang dipublikasikan perusahaan, mencakup aspek lingkungan, sosial, tata kelola, serta implementasi praktik keberlanjutan.

 

SIG merupakan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan 51 persen saham dimiliki Pemerintah Indonesia. Bertransformasi sejak 2013, SIG kini menjadi penyedia solusi bahan bangunan di kawasan regional dengan jangkauan pasar Asia, Australia, dan Oceania.

 

Berbekal pengalaman lebih dari 100 tahun, SIG sebagai holding BUMN semen menaungi enam anak usaha produsen semen, yakni PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, dan Thang Long Cement Company di Vietnam. Perusahaan juga terus mengembangkan solusi bahan bangunan berkelanjutan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan mengurangi emisi gas rumah kaca.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...

1000 Personel Amankan Pemilu

Taj Yasin Apresiasi Siswa SD Peraih Medali...