Wujudkan Zero Narkotika 2045, BNNP Jateng dan Pemprov Satukan Sinergi P4GN


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Upaya mewujudkan Jawa Tengah yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus diperkuat melalui kolaborasi antara BNN Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi dan silaturahmi Plt. Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono, M.M. dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan turut dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, antara lain Kesbangpol, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Digital, serta unsur Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Plt. Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Edi Swasono menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diperlukan untuk membangun sistem pencegahan yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama generasi muda.

“Silaturahmi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi. Misi kita bukan hanya menangani persoalan narkotika yang terjadi hari ini, tetapi membangun generasi yang memiliki daya tangkal sejak dini,” ujarnya.

Baca juga:  28 Akseptor Sukses Terlayani dalam Baksos Pelayanan KB MKJP HUT TNI ke-76 Tahun 2021

Melalui kolaborasi BNN, pemerintah daerah, keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat, bersama-sama mendorong terwujudnya Jawa Tengah menuju zero prevalensi narkotika 2045.

Menurutnya, penguatan pencegahan perlu dimulai sejak lingkungan keluarga dan pendidikan melalui gerakan ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Dari Narkoba).

“ANANDA Bersinar harus kita dorong menjadi gerakan bersama. Anak-anak kita harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Pencegahan harus dimulai sedini mungkin, sebelum mereka terpapar dan sebelum persoalan narkotika muncul di lingkungan mereka,” jelasnya.

Brigjen Pol Edi Swasono juga menegaskan, bahwa target zero prevalensi narkotika 2045 tentu bukan target yang dapat dicapai dalam waktu singkat.

“Ini merupakan cita-cita jangka panjang yang membutuhkan konsistensi, kerja bersama, dan komitmen lintas sektor. Mulai dari keluarga, sekolah, desa dan kelurahan, hingga lingkungan kerja dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menekankan bahwa keberhasilan P4GN tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi harus dilihat dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Baca juga:  UKSW Salatiga Siap Kuliah Luring Seratus Persen

“Orientasi kita jangan hanya program, tetapi hasil. Kita harus melihat hasil kerja BNN dan mengevaluasinya bersama Kesbangpol serta perangkat daerah lainnya. Ukurannya adalah dampak yang dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Gubernur juga mendorong optimalisasi potensi desa dan kelurahan sebagai basis pencegahan. Dengan sekitar 8.750 desa di Jawa Tengah, keberadaan Kampung Bersinar dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Penguatan Kampung Bersinar juga perlu berjalan beriringan dengan program kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Gubernur, persoalan narkotika memiliki keterkaitan dengan berbagai persoalan sosial sehingga penanganannya membutuhkan pendekatan yang terintegrasi,” pungkas Ahmad Lutfhi.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan perubahan nyata di tengah masyarakat serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan kuat menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika 2045. (ucl/rit)


TERKINI

Jawa Tengah dalam MTQN XXXI

Rekomendasi

...