Destana Ngembal Kulon Konsisten Jaga Warga


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana. Hal itu dibuktikan melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dibentuk sejak tahun 2023 lalu.

Kepala Desa Ngembal Kulon, Moh Khanafi, menegaskan bahwa keberadaan Destana hingga saat ini masih sangat aktif. Menurutnya, pemdes terus konsisten meningkatkan keterampilan anggotanya agar selalu siap dan cekatan saat menghadapi situasi darurat di lapangan.

‘’Saat terjadi bencana, relawan harus memiliki keterampilan yang mumpuni. Oleh karena itu, Pemdes memfasilitasi berbagai pembekalan, mulai dari pelatihan pemadam kebakaran (Damkar), hingga pelatihan water rescue dan vertical rescue yang digelar pada tahun 2025 lalu,’’ ujar Moh Khanafi, saat ditemui di kantornya, Senin (5/10).

Menurut Khanafi, langkah penguatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, yang turut menerjunkan personil dalam rangkaian pelatihan lanjutan demi menjaga keberlanjutan organisasi mitigasi ini.

Baca juga:  Dindikpora Rembang Gaungkan TKA 2026 Jujur dan Gembira

Kata Dia, secara geografis, wilayah Ngembal Kulon memiliki titik rawan banjir tahunan, khususnya di lingkungan RW 4 (mencakup sebagian RT 2, RT 3, dan RT 4) serta RW 3 di wilayah RT 7. Pada bencana banjir Februari 2026 kemarin, genangan air di pemukiman tercatat sempat menyentuh ketinggian 1,3 meter dan cukup mengganggu aktivitas warga.

‘’Saat genangan merendam rumah-rumah, personil Destana langsung bergerak cepat ke lokasi guna mendata dan membantu evakuasi warga yang terdampak,’’ jelasnya.

Tidak hanya tangguh di wilayah sendiri, Khanafi menuturkan, aksi kemanusiaan Destana Ngembal Kulon juga meluas hingga ke luar daerah. Saat banjir besar melanda Kabupaten Demak, para relawan aktif membantu proses evakuasi sekitar 30 warga Demak yang mengungsi ke rumah kerabat mereka di Kudus.

‘’Kami juga membantu proses dropping warga ke rumah saudara di Kudus, yakni di Desa Getaspejaten dan Ngembal Kulon. Serta memberikan bantuan pakaian layak pakai,’’ tambah Khanafi.

Baca juga:  Garudafood Lakukan Vaksinasi 22.000 Dosis

Lanjutnya, selain penanganan banjir, tim yang beranggotakan sekitar 50 orang, terdiri dari 20 Ketua RT, 4 Ketua RW, dan unsur masyarakat ini, juga kerap melayani aduan gangguan lingkungan, seperti penanganan teror ular dan evakuasi sarang tawon vespa.

Sebagai langkah konkret menghadapi musim penghujan tahun ini, Pemdes bersama relawan dan masyarakat gencar menggalakkan aksi gotong royong pencegahan banjir. Antisipasi dini dilakukan dengan aksi “resik-resik” kali atau pembersihan aliran sungai lokal agar daya tampung air tetap terjaga secara optimal.

‘’Kunci utama dari Destana ini adalah keberlanjutan dan gotong royong. Dengan sinergi antara pengurus RT, RW, dan warga, kami berkomitmen untuk selalu hadir merawat lingkungan sebelum hujan dan sigap menolong sesama saat bencana melanda,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...