Design-Based Learning (DBL) Bermedia Papan Kantong Faktor untuk Meningkatkan Hasil Belajar KPK dan FPB Siswa Kelas V MIN 1 Purworejo


JATENGPOS.CO.ID-Pembelajaran Matematika pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) masih rendah. Hal tersebut terjadi pada pembelajaran di kelas V MIN 1 Purworejo. Awalnya, peserta didik masih sering tertukar antara konsep kelipatan dan faktor, serta kesulitan menentukan perkalian faktor prima pada angka yang cukup besar. Ternyata nilai cenderung menurun di penilaian harian dengan rata-rata hanya 64 dari nilai ketuntasan minimal yaitu 75. Apa pasalnya? Banyak faktor yang membuat peserta didik belum memahami materi KPK dan FPB, antara lain pola pembelajaran guru yang konvensional yang hanya menekankan hafalan tabel/rumus tanpa pemahaman visual-spasial yang mendalam. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dan mendorong Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yaitu menggunakan pendekatan Design-Based Learning (DBL) bermedia Papan Kantong Faktor Interaktif yang menghadirkan pengalaman belajar eksploratif, kreatif, sekaligus bermakna.

Pembelajaran KPK dan FPB merupakan bagian yang penting dan mendasar dalam matematika di sekolah dasar untuk menunjang materi pecahan dan aljabar dasar. Menurut Untoro (2010:42), kelipatan persekutuan adalah kelipatan dari dua bilangan atau lebih yang nilainya sama, sedangkan faktor persekutuan adalah faktor-faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih. Menurut Kennedy dkk. (2008:115), pemahaman KPK dan FPB memerlukan penalaran keterbagian (divisibility) dan analisis struktur bilangan bulat secara mendalam. Berdasarkan paparan penjelasan di atas, KPK dan FPB bukan sekadar prosedur menghitung, melainkan pemahaman tentang bagaimana bilangan dibangun dari faktor-faktor primanya. Materi ini sering kali terasa abstrak jika hanya disajikan dalam bentuk algoritma pembagian bersusun di papan tulis. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang membuat peserta didik lebih paham, aktif, dan termotivasi yaitu dengan pendekatan Design-Based Learning (DBL) melalui media Papan Kantong Faktor.

Design-Based Learning (DBL) merupakan pendekatan pembelajaran berbasis tantangan merancang (design challenge) yang menuntut peserta didik untuk mengonstruksi alat, skema, atau solusi konkret guna memecahkan masalah matematis kompleks (Fortus dkk., 2004). Menurut Kolodner dkk. (2003), DBL memicu Deep Learning karena peserta didik melakukan siklus merancang, menguji, merefleksi, dan merevisi pemahaman mereka secara mandiri maupun berkolaborasi. Media pembelajaran merupakan alat bantu visual dan manipulatif yang berfungsi menjembatani materi abstrak agar lebih mudah dipahami (Sadiman dkk., 2012). Papan Kantong Faktor adalah media peraga berupa susunan kantong warna-warni yang mewakili faktor prima dan pin kelipatan yang memvisualisasikan bagaimana faktor persekutuan diiriskan dan kelipatan persekutuan diakumulasikan. Menurut Piaget dalam teori perkembangan kognitif, peserta didik usia sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (7–12 tahun) berada pada tahap operasional konkret. Pada tahap ini, peserta didik memerlukan manipulasi objek fisik untuk memahami keterhubungan matematis abstrak seperti faktorisasi prima.

Baca juga:  Tingkatkan Berpikir Siswa melalui Pertanyaan Terbuka

Langkah-langkah pembelajaran meliputi: Persiapan & Orientasi Tantangan Desain (Design Challenge): Guru menyajikan tantangan dunia nyata (seperti merancang jadwal minum obat bersamaan atau membagi paket sembako ke dalam jumlah kantong terbanyak dengan isi sama). Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil heterogen (3–4 siswa) dan membagikan set media berupa Papan Kantong Faktor, kartu angka prima, dan pin warna-warni. Proses Merancang & Eksplorasi Penyeleksian Faktor (Implementation): Peserta didik bekerja sama menyusun pohon faktor dan memasukkan kartu faktor prima ke dalam kantong-kantong berlabel di papan. Untuk FPB, peserta didik mendesain irisan kantong yang berisi faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil. Untuk KPK, peserta didik menggabungkan seluruh faktor prima dari kantong dengan mengambil pangkat terbesar. Anggota kelompok bertindak sebagai penguji (tester) untuk memverifikasi ketepatan kombinasi faktor sebelum merumuskan nilai FPB/KPK akhir. Refleksi & Generalisasi Konsep (Deep Learning): Guru menghentikan aktivitas dan memfasilitasi diskusi klasikal. Melalui pertanyaan pemantik dari guru, peserta didik diajak merefleksikan alasan matematis di balik pemisahan dan penggabungan kantong faktor (misal: “Mengapa untuk FPB kita hanya mengambil kantong yang dimiliki bersama?”), lalu merumuskan sendiri prinsip dasar penentuan KPK dan FPB berdasarkan pengalaman konkret yang dirasakan selama kegiatan merancang.

Baca juga:  Pinguin Barkas Tingkatkan Kemampuan Seni Anak

Pendekatan Design-Based Learning (DBL) melalui media Papan Kantong Faktor sangat menarik digunakan, dapat mengembangkan sikap tanggung jawab, kerja sama dalam kelompok, membangun kemandirian, bernalar kritis, dan percaya diri. Setelah selesai pembelajaran menggunakan pendekatan ini dilakukan ulangan harian. Hasilnya lebih dari 87% peserta didik memperoleh nilai di atas batas tuntas (75). Nilai rata-rata peserta didik kelas V MIN 1 Purworejo meningkat menjadi 83. Dari hasil pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Design-Based Learning (DBL) melalui media Papan Kantong Faktor pada materi KPK dan FPB dapat meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep peserta didik. Terutama peserta didik kelas V MIN 1 Purworejo. Terbukti dari hasil ulangan harian yang diperoleh peserta didik meningkat secara signifikan.

Oleh :

Etik Wahyuningsih, S.Pd

Guru Kelas MIN 1 Purworejo



TERKINI

Rekomendasi

...