JATENGPOS.CO.ID, SOLO – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surakarta menjalin kerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswa yang melaksanakan kerja praktik, magang, kegiatan profesi, serta kegiatan mahasiswa di bidang olahraga, seni, dan budaya.
Kerja sama tersebut bertujuan memastikan mahasiswa memperoleh perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang dapat terjadi selama menjalankan aktivitas praktik kerja, magang, maupun kegiatan lainnya, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pembelajaran yang aman dan produktif.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS), Dr. Imam Sujadi, M.Si., menyampaikan bahwa mulai tahun 2027, mahasiswa FKIP UNS yang melaksanakan praktik di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) akan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“Perlindungan ini merupakan langkah penting untuk memastikan mahasiswa mendapatkan rasa aman saat melaksanakan kegiatan praktik di dunia kerja maupun di lingkungan persekolahan. Kami berharap, melalui sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, mahasiswa dapat menjalankan kegiatan DUDI dan PLP dengan lebih tenang, sekaligus memperoleh pengalaman dan meningkatkan kompetensi sesuai bidang keilmuannya, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan perlindungan selama berkegiatan,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa FKIP UNS yang melaksanakan praktik di Dunia Usaha dan Dunia Industri dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Mahasiswa dapat menjalankan kegiatan praktik dengan lebih tenang, sekaligus memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja dan lingkungan persekolahan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Dian Agung Senoaji, mengatakan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswa merupakan langkah penting untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan sejak dini, terutama ketika mahasiswa mulai terlibat dalam aktivitas yang memiliki risiko kerja.
“Mahasiswa yang melaksanakan kerja praktik, magang, kegiatan profesi, maupun aktivitas olahraga, seni, dan budaya juga perlu mendapatkan perhatian dari sisi perlindungan. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan rasa aman bagi mahasiswa selama menjalankan kegiatan sekaligus meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Dian.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat memperoleh perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sesuai ketentuan kepesertaan yang berlaku.
Program JKK memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, termasuk manfaat perawatan medis sesuai ketentuan. Sementara itu, program JKM memberikan santunan kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.
Dian menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya di kalangan generasi muda.
“Melalui sinergi dengan FKIP UNS, kami ingin membangun pemahaman bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan kebutuhan penting dalam berbagai aktivitas produktif. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dan keterampilan, tetapi juga memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi selama berkegiatan,” katanya.
Kerja sama tersebut juga sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, yakni mendorong perguruan tinggi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pendidikan, praktik kerja, pengembangan kompetensi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan Surakarta dan FKIP UNS diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional sekaligus membangun generasi produktif yang sadar akan pentingnya perlindungan sosial. (dea/bis)








