Kekeringan Meluas di 80 Desa, Pemkab Siapkan Sumur Dalam


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Bencana kekeringan yang memicu krisis air bersih di Kabupaten Pati kian meluas. Hingga Kamis (23/10), sebanyak 80 desa di 12 kecamatan terdampak dengan total 15.369 kepala keluarga (KK) atau 50.915 jiwa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati pun menyiapkan langkah penanganan jangka panjang melalui pembangunan sumur dalam agar kebutuhan air bersih masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan distribusi air.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, penanganan darurat masih dilakukan dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.

“Untuk penanganan darurat, kita terus lakukan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Chandra, Kamis (23/10).

Berdasarkan data infografis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, hingga saat ini BPBD telah menyalurkan 731 tangki air bersih. Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) turut membantu dengan menyalurkan 407 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak.

Baca juga:  Kodim 0722/Kudus Mulai Bangun Jembatan Armco

Selain mengoptimalkan bantuan darurat, Pemkab Pati mulai menyiapkan strategi penanganan kekeringan untuk jangka panjang. Salah satunya melalui rencana pembangunan sumur dalam atau sumur resapan yang diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan.

Chandra mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung penanganan krisis air bersih. Pemkab juga menjalin komunikasi dengan Direktur Perumda Air Minum Tirta Bening guna memetakan wilayah yang berpotensi dijangkau jaringan pelayanan air bersih maupun menjadi lokasi pembangunan sumur dalam.

Menurutnya, pemetaan tersebut diperlukan agar upaya penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah terdampak. Dengan demikian, masyarakat di daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih diharapkan memiliki akses sumber air yang lebih berkelanjutan.

Baca juga:  JPU Tuntut Empat Bulan Penjara untuk Dua Terdakwa Penghalangan Kerja Jurnalis di Pati

“Intinya, kami tidak ingin kekeringan tahun depan juga kami tangani dengan pengiriman air bersih lagi. Kami ingin membuat sumur, baik sumur resapan maupun sumur dalam, agar bisa menangani kekeringan di Kabupaten Pati,” jelasnya.

Terkait jumlah dan lokasi pembangunan sumur, Chandra menyebut masih dalam tahap kajian. Pemkab Pati akan melibatkan tenaga ahli dari sejumlah universitas untuk melakukan pengecekan geolistrik guna mengetahui potensi sumber air tanah di lokasi yang direncanakan.

Hasil kajian tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan titik pembangunan sumur yang dinilai potensial dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Pemkab berharap langkah ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan yang berulang setiap musim kemarau. (ida/rit)



TERKINI

50 Pejabat Pemkab Kudus Jalani Tes Urine

Bupati Sam’ani Tekankan Pengawasan APBDes

PAD Kabupaten Kudus Tembus Rp598,4 Miliar

Penipuan Listrik Bersubsidi di Kudus Terbongkar

Rekomendasi

...