Selamatkan Pasokan Air Satwa, Semarang Zoo Kerahkan 22 Tangki Air


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kondisi kolam buaya di Semarang Zoo yang terlihat mengering dan ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian serius dari pihak pengelola.

Manajemen Semarang Zoo memastikan kondisi tersebut dipicu musim kemarau panjang yang menyebabkan ketersediaan air menurun drastis.

Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/11), menjelaskan bahwa kekeringan tidak hanya berdampak pada kolam buaya, tetapi juga berkaitan dengan surutnya air danau.

“Air danau yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pasokan air untuk kebutuhan operasional dan konservasi satwa, juga mengalami penyusutan air hingga sedemikian parah tersebut disebut sebagai kejadian pertama sepanjang sejarah Semarang Zoo,” terangnya.

Meski demikian, Bimo menegaskan seluruh buaya dalam kondisi sehat dan terus mendapatkan pemantauan secara berkala.

Mengantisipasi dampak kekeringan, Semarang Zoo telah mengambil langkah cepat dengan mendatangkan pasokan air dari sejumlah instansi terkait.

Baca juga:  Bupati Menyerahkan Klaim Asuransi BPJS Ketenagakerjaan di Kecamatan Guntur

“Pengisian air dilakukan tidak hanya untuk kolam buaya, tetapi juga memenuhi kebutuhan kandang satwa lainnya, termasuk kandang orangutan,” tandasnya.

Dijelaskan, terkait bantuan air mulai disalurkan pada 22 Oktober 2026 melalui Perumda Air Minum Tirto Moedal sebanyak lima tangki.

Sehari kemudian, 23 Oktober 2026, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) turut memberikan bantuan sebanyak delapan tangki air.

Dukungan kembali diberikan pada 26 Oktober 2026, masing-masing satu tangki dari Perumda Air Minum Tirto Moedal dan delapan tangki dari Disperkim.

Dengan kapasitas setiap tangki mencapai 5.000 liter, total bantuan yang telah diterima Semarang Zoo sebanyak 22 tangki atau setara 110.000 liter air.

“Manajemen Semarang Zoo menyampaikan apresiasi kepada Perumda Air Minum Tirto Moedal dan Disperkim atas dukungan dalam memenuhi kebutuhan air di kawasan konservasi tersebut,” ujar Bimo.

Baca juga:  Keberadaan Tengkulak Masih Jadi Hambatan Bagi Petani Garam

Terkait pemenuhan kebutuhan dasar satwa, pemantauan kesehatan, serta perawatan fasilitas kandang dan lingkungan menjadi prioritas di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Ke depan, Semarang Zoo akan terus melakukan langkah mitigasi secara berkelanjutan untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Pengelola juga berharap hujan segera turun agar kondisi alam dan ketersediaan air dapat kembali normal,” pungkas Bimo.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi satwa hanya berdasarkan unggahan di media sosial dan mengutamakan informasi resmi dari pengelola.

Di tengah ancaman kemarau panjang, persoalan kolam buaya yang mengering menjadi pengingat bahwa ketersediaan air merupakan faktor penting dalam menjaga kesejahteraan satwa dan keberlangsungan kegiatan konservasi di kebun binatang. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...