31 C
Semarang
Selasa, 21 April 2026

Terapi Regeneratif Jadi Solusi Baru Peremajaan Alami Tanpa Implan




JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Perkembangan kedokteran estetika menghadirkan pendekatan baru melalui terapi regeneratif berbasis sel autolog. Metode ini mengombinasikan berbagai sumber biologis tubuh untuk menghasilkan peremajaan yang lebih alami dan menyeluruh.

Praktisi Kedokteran Regeneratif yang juga Ketua Umum PREDIGTI, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa., mengatakan proses penuaan yang ditandai degradasi kolagen dan penurunan elastisitas kini dapat ditangani dengan pendekatan sinergis. Terapi ini memanfaatkan kombinasi bone marrow, Platelet-Rich Plasma (PRP), serta Stromal Vascular Fraction (SVF).

“Seluruh material berasal dari tubuh pasien sendiri sehingga risiko penolakan imunologis dapat dieliminasi, menjadikannya lebih aman dibandingkan implan atau bahan sintetis,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Baca juga:  Puluhan Difabel Jateng Dilatih Keterampilan Mekanik Motor

Ia menjelaskan, kombinasi micro fat dari jaringan adiposa berfungsi sebagai pengisi volume alami. Sementara SVF dan sel mononuklear dari sumsum tulang bekerja pada tingkat seluler untuk merangsang regenerasi jaringan.


“SVF dan sel dari bone marrow berperan dalam mempercepat regenerasi fibroblas serta pembentukan pembuluh darah baru melalui mekanisme parakrin,” jelasnya.

Penambahan PRP, lanjut dia, memperkuat efek terapi melalui pelepasan faktor pertumbuhan yang mempercepat pemulihan jaringan. Hal ini berdampak pada perbaikan kualitas kulit secara signifikan, termasuk elastisitas dan tekstur.

“PRP mengandung platelet-derived growth factor yang mampu mengakselerasi proses regenerasi dan memperbaiki permukaan kulit,” ungkapnya.

Selain untuk estetika wajah dan tubuh, terapi ini juga diterapkan pada bidang ginekologi regeneratif. Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam memperbaiki kondisi jaringan organ vital wanita.

Baca juga:  Bandara YIA Jadi Salah Satu Mahakarya Keunggulan Semen SIG

“Sinergi SVF, PRP, dan sel autolog mampu meningkatkan vaskularisasi, elastisitas jaringan, serta mengatasi atrofi pascapersalinan maupun menopause,” katanya.

Ia menegaskan, kombinasi berbagai sumber sel ini memberikan solusi peremajaan yang lebih holistik. Terapi tidak hanya memperbaiki tampilan luar, tetapi juga fungsi jaringan secara berkelanjutan.

“Pendekatan ini memungkinkan peremajaan dari sisi struktural hingga fungsional secara aman, biologis, dan berkesinambungan,” tandasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...