JATENGPOS.CO.ID, REMBANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak perempuan meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memperkuat budaya integritas dan anti-fraud. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Inspiring Talkshow di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Senin (20/4).
Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena mengatakan, perempuan memiliki peran strategis dalam penguatan tata kelola di sektor publik dan jasa keuangan. Namun, peran tersebut masih menghadapi tantangan kesetaraan dan kekerasan berbasis gender.
“Dalam birokrasi, sekitar 57 persen aparatur sipil negara adalah perempuan, namun masih banyak tantangan yang dihadapi, termasuk kekerasan berbasis gender,” katanya.
Ia menjelaskan perempuan berperan penting dalam membangun generasi berintegritas melalui keluarga dan lingkungan sosial. Nilai integritas, etika, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini sebagai fondasi kehidupan.
Sophia menegaskan, peran perempuan juga krusial dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk penguatan sumber daya manusia dan reformasi tata kelola. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemberantasan korupsi dan peningkatan akuntabilitas.
“Perempuan menjadi kunci dalam mendukung pembangunan yang berintegritas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini menyampaikan, integritas merupakan fondasi utama kepercayaan publik terhadap institusi negara. Tanpa integritas, kebijakan yang baik dapat kehilangan legitimasi.
“Integritas bukan sekadar nilai moral, tetapi fondasi dari kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan konflik kepentingan menjadi pilar penting dalam sistem integritas publik. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 17 Tahun 2024 sebagai pedoman aparatur dalam menjaga akuntabilitas.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih mengatakan, perempuan masih menghadapi diskriminasi dan hambatan struktural di ruang publik. Karena itu, perempuan perlu bersikap tegas dan menjunjung tinggi integritas dalam meraih cita-cita.
“Perempuan harus tegas dan jujur, sambil tetap menjaga nilai etika dan integritas,” ucapnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang. Selain itu, ditayangkan video pesan integritas dari tokoh perempuan nasional sebagai penguatan nilai-nilai Kartini.
Sebanyak 220 peserta hadir secara langsung dan sekitar 4.500 peserta mengikuti secara daring. Peserta berasal dari kementerian, lembaga, DPR, industri jasa keuangan, akademisi, hingga mahasiswa.
OJK menegaskan, komitmennya dalam memperkuat tata kelola bersih melalui berbagai program, termasuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan pengendalian gratifikasi. OJK juga mendorong pemanfaatan Whistleblowing System (WBS) untuk melaporkan dugaan pelanggaran.
“Langkah ini penting untuk mewujudkan sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan terpercaya,” tandasnya.(aln)















