Tren Hemodialisa Meningkat, BPJS Kesehatan Upayakan Peningkatan Kualitas Layanan

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- BPJS Kesehetan Cabang Semarang menempatkan perhatian khusus atas pelayanan cuci darah (hemodialisa) yang dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada tahap kuratif, BPJS Kesehatan terus melakukan evaluasi atas kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), standarisasi proses hemodialisa, serta ketersediaan mesin hemodialisa pada fasilitas kesehatan di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

“Saat ini sudah tersedia 286 mesin yang tersebar di faskes untuk dapat dimaksimalkan melayani peserta JKN, berdasarkan data kami peserta JKN yang menjalani hemodialisa menunjukan peningkatansebanyak 5,86% dari tahun 2025 denan total kasus 12.342 di tahun ini,” ucap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Jumat (3/7/2026).

Tak hanya pada pemantapan sarana prasarana, peserta JKN yang menjalani hemodialisa di fasilitas kesehatan, akan ditangani secara langsung oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yakni Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bersertifikat Kompetensi Dialisis Dasar.

Baca juga:  Dukung EBT, Perusahaan Tekstil di Tegal Gunakan Energi Hijau Selama 10 Tahun

“DPJP akan menilai kondisi klini, evaluasi adekuasi hemodialisa, komplikasi dan penyesuaian terapi, agar penanganan dan terapi obat yang diberikan pasien maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Sari.

Selain itu, pada pada tahap preventif, Program JKN juga memiliki program skrining mandiri melalui Aplikasi Mobile JKN untuk mendeteksi resiko gagal ginjal beserta penyakit kronis lain seperti diabetes melitus dan hipertensi.

“Skrining mandiri ini akan mengidentifikasi peserta yang beresiko mengalami penyakit tidak menular, salah satunya gagal ginjal kronis. Apabila benar beresiko tinggi, peserta dapat mengunjungi FKTP. Tak perlu khawatir, jika membutuhkan rujukan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit dan ketika butuh hemodialisa juga dijamin BPJS sesuai kebutuhan medis,” ucap Sari.

Sepaham dengan BPJS Kesehatan, Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya Cabang Semarang, Sigid Kirana Lintang Bhima mendukung penggalakan upaya preventifsehingga pasien-pasien hemodialisa tidak semakin membludak.

Baca juga:  Jelang Libur Panjang, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman

“Hemodialisa ini bukan sekedar upaya kuratif saja yang kita kejar, semoga kedepan BPJS Kesehatan dapat merealisasikan Prolanis Muda, mengingat sebelumnya Prolanis diikuti oleh lanjut usia , saat ini tren penyakit kronis dan pasien hemodialisis sudah bergeser ke usia muda dibawah 40 tahun,” ucapnya.

Sigid berpandangan, dengan dijaminnya hemodialisa dalam Program JKN akan sangat membantu pasien gagal ginjal kronis. Sehingga kualitas hidup semakin lebih terjamin.

“Saya mengalami sendiri bagaimana ibu saya harus menjalani hemodialisa secara rutin selama tujuh tahun. Tentunya dijamin oleh program JKN, saya berterima kasih dengan adanya usaha BPJS Kesehatan dan rumah sakit yang telah berupaya memberikan pelayanan kesehatan,” tutupnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...