Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 32,7 Juta SID, Literasi Investasi Terus Diperkuat


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG– Jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Hingga 15 Oktober 2026, jumlah investor tercatat mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID), termasuk 10.301.974 SID investor saham.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Namun, pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai produk investasi, tujuan keuangan, serta risiko yang menyertainya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan dan perencanaan sebelum memulai investasi. Dengan demikian, keputusan investasi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan profil risiko masing-masing.

Menurutnya, investasi merupakan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan persiapan dan konsistensi. Masyarakat tidak seharusnya hanya berorientasi pada kecepatan memulai investasi tanpa memahami tujuan yang ingin dicapai.

Baca juga:  Laba Bersih Pertashop di Kendal Ini Bisa Tembus Rp25 Juta/Bulan

“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” kata Jeffrey.

Untuk mendorong pertumbuhan investor yang diiringi peningkatan literasi, BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 5-7 November 2026.

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal pasar modal sekaligus memahami berbagai pilihan instrumen investasi.

Jeffrey menjelaskan, setiap masyarakat memiliki kemampuan dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi harus mempertimbangkan kebutuhan serta profil risiko investor.

Baca juga:  BPJS Kesehatan Salurkan 150.000 Liter Air Bersih untuk Warga Demak

“Setiap orang memiliki kemampuan dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan serta profil risiko masing-masing,” jelasnya.

Dalam CMSE 2026, BEI menghadirkan berbagai kegiatan edukasi melalui seminar, talk show, serta pameran produk dan layanan pasar modal. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi.

Melalui kegiatan tersebut, BEI berharap pertumbuhan jumlah investor dapat berjalan beriringan dengan peningkatan literasi. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi di pasar modal dengan keputusan investasi yang tepat dan terencana. (aln)


TERKINI

Rekomendasi

...