PO Hotel Semarang Cetak Sejarah, Jadi Hotel Pertama Gelar Wayang Orang


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PO Hotel Semarang mencetak sejarah di industri perhotelan Kota Semarang dengan menjadi hotel pertama yang menginisiasi pertunjukan seni tradisional Wayang Orang di dalam lingkungan hotel. Terobosan tersebut diwujudkan melalui pagelaran Wayang Orang bertajuk Anoman Obong yang berlangsung di GRIS Restaurant, Jumat (30/10) malam.

Inisiatif ini menjadi langkah berbeda dalam menghadirkan pengalaman perhotelan. Tidak hanya menyediakan fasilitas menginap dan layanan hospitality, PO Hotel Semarang juga membuka ruang bagi seni pertunjukan tradisional untuk dikenal dan diapresiasi masyarakat melalui lingkungan hotel.

Pagelaran tersebut sekaligus menjadi upaya mempertemukan industri perhotelan dengan pelestarian budaya Nusantara. Lakon Anoman Obong yang dibawakan Sanggar Kusuma Wiratama berhasil menarik perhatian penonton. Antusiasme masyarakat bahkan terlihat dari tiket pertunjukan yang terjual habis atau sold out dua hari sebelum acara berlangsung.

General Manager PO Hotel Semarang, Meyditha Puspa Kenaka, M.Tr.Par., mengatakan, pertunjukan tersebut menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi manajemen hotel. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan bentuk kolaborasi antara industri perhotelan, pariwisata, dan pelestarian budaya.

“Ini bukan sekadar sebuah pertunjukan, melainkan kolaborasi istimewa antara industri perhotelan, pariwisata, dan pelestarian budaya Nusantara. Kami ingin menunjukkan bahwa sebuah hotel tidak hanya menjadi tempat untuk menginap, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi seni dan budaya untuk hidup serta diapresiasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pagelaran Anoman Obong semula direncanakan berlangsung di area Outdoor Pool PO Hotel Semarang dengan atraksi permainan api sebagai salah satu daya tarik utama sosok Anoman. Namun, hujan yang turun secara tiba-tiba membuat tim harus memindahkan lokasi pertunjukan ke dalam ruangan.

Meski menghadapi perubahan lokasi mendadak, pertunjukan tetap berlangsung dengan atraksi api yang menjadi bagian dari adegan Anoman Obong. Kesigapan tim dalam melakukan penyesuaian membuat pagelaran tetap berjalan lancar dan mendapat sambutan meriah dari penonton.

Menurut Meyditha, kehadiran Wayang Orang di dalam hotel menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan seni tradisional Indonesia. Terlebih, pertunjukan tersebut digelar di tengah suasana Halloween yang identik dengan perayaan modern.

Baca juga:  Pertamina Dukung Desa Energi Berdikari Mernek Jernek Maos

“Menjelang penghujung tahun 2026, kami memilih menghadirkan interpretasi yang berbeda melalui kemegahan seni tradisional Wayang Orang, sebuah warisan budaya Indonesia yang memiliki keindahan dan nilai luhur yang tak ternilai,” katanya.

Selain pertunjukan seni, acara tersebut juga diramaikan dengan sajian BBQ All You Can Eat Dinner dan pameran produk kreatif UMKM dari Kreasita. Kegiatan ini sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan karya dan produk mereka kepada pengunjung.

PO Hotel Semarang berharap inisiatif menghadirkan seni budaya di lingkungan hotel dapat menjadi bagian dari inovasi industri perhotelan. Dengan demikian, hotel tidak hanya menjadi tempat beristirahat bagi wisatawan, tetapi juga dapat berperan sebagai ruang pertemuan masyarakat dengan seni, budaya, dan kreativitas lokal.

(aln)

– PO Hotel Semarang mencetak sejarah di industri perhotelan Kota Semarang dengan menjadi hotel pertama yang menginisiasi pertunjukan seni tradisional Wayang Orang di dalam lingkungan hotel. Terobosan tersebut diwujudkan melalui pagelaran Wayang Orang bertajuk Anoman Obong yang berlangsung di GRIS Restaurant, Jumat (30/10) malam.

Inisiatif ini menjadi langkah berbeda dalam menghadirkan pengalaman perhotelan. Tidak hanya menyediakan fasilitas menginap dan layanan hospitality, PO Hotel Semarang juga membuka ruang bagi seni pertunjukan tradisional untuk dikenal dan diapresiasi masyarakat melalui lingkungan hotel.

Pagelaran tersebut sekaligus menjadi upaya mempertemukan industri perhotelan dengan pelestarian budaya Nusantara. Lakon Anoman Obong yang dibawakan Sanggar Kusuma Wiratama berhasil menarik perhatian penonton. Antusiasme masyarakat bahkan terlihat dari tiket pertunjukan yang terjual habis atau sold out dua hari sebelum acara berlangsung.

General Manager PO Hotel Semarang, Meyditha Puspa Kenaka, M.Tr.Par., mengatakan, pertunjukan tersebut menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi manajemen hotel. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan bentuk kolaborasi antara industri perhotelan, pariwisata, dan pelestarian budaya.

Baca juga:  Kunjungi PLTU Cilacap, Menteri ESDM Cek Kesiapan Nataru

“Ini bukan sekadar sebuah pertunjukan, melainkan kolaborasi istimewa antara industri perhotelan, pariwisata, dan pelestarian budaya Nusantara. Kami ingin menunjukkan bahwa sebuah hotel tidak hanya menjadi tempat untuk menginap, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi seni dan budaya untuk hidup serta diapresiasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pagelaran Anoman Obong semula direncanakan berlangsung di area Outdoor Pool PO Hotel Semarang dengan atraksi permainan api sebagai salah satu daya tarik utama sosok Anoman. Namun, hujan yang turun secara tiba-tiba membuat tim harus memindahkan lokasi pertunjukan ke dalam ruangan.

Meski menghadapi perubahan lokasi mendadak, pertunjukan tetap berlangsung dengan atraksi api yang menjadi bagian dari adegan Anoman Obong. Kesigapan tim dalam melakukan penyesuaian membuat pagelaran tetap berjalan lancar dan mendapat sambutan meriah dari penonton.

Menurut Meyditha, kehadiran Wayang Orang di dalam hotel menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan seni tradisional Indonesia. Terlebih, pertunjukan tersebut digelar di tengah suasana Halloween yang identik dengan perayaan modern.

“Menjelang penghujung tahun 2026, kami memilih menghadirkan interpretasi yang berbeda melalui kemegahan seni tradisional Wayang Orang, sebuah warisan budaya Indonesia yang memiliki keindahan dan nilai luhur yang tak ternilai,” katanya.

Selain pertunjukan seni, acara tersebut juga diramaikan dengan sajian BBQ All You Can Eat Dinner dan pameran produk kreatif UMKM dari Kreasita. Kegiatan ini sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan karya dan produk mereka kepada pengunjung.

PO Hotel Semarang berharap inisiatif menghadirkan seni budaya di lingkungan hotel dapat menjadi bagian dari inovasi industri perhotelan. Dengan demikian, hotel tidak hanya menjadi tempat beristirahat bagi wisatawan, tetapi juga dapat berperan sebagai ruang pertemuan masyarakat dengan seni, budaya, dan kreativitas lokal.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...