JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG — Seratusan warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, mengikuti pembacaan Yasin dan tahlil dalam rangka memperingati Haul Bung Karno, Minggu 21/6/2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diselenggarakan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Tengah VI, Wibowo Prasetyo, bersama warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Peringatan yang diadakan di Desa Candiretno tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang diperingati setiap bulan Juni.
Haul Bung Karno digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bagi Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno. Selain menjadi tradisi mendoakan para pendiri bangsa, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
Wibowo Prasetyo mengatakan, Bulan Bung Karno tidak hanya dimaknai sebagai momentum mengenang sejarah, tetapi juga sebagai upaya meneladani dan melanjutkan cita-cita yang diperjuangkan Bung Karno.
“Bung Karno adalah bapak bangsa. Melalui pembacaan Yasin dan tahlil ini, kita memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal perjuangannya dan menempatkan beliau di tempat yang mulia. Pada saat yang sama, kita juga mengambil teladan dari semangat persatuan, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat kecil,” kata Wibowo di depan jemaah Yasin dan Tahlil, Minggu (21/6/2026).

Menurut Wibowo, tradisi haul merupakan wujud penghormatan terhadap sejarah sekaligus pengingat agar generasi sekarang tidak tercerabut dari akar kebangsaan yang telah dibangun para pendiri bangsa.
“Bung Karno pernah berpesan, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Pesan itu tetap relevan hingga hari ini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya dan mampu melanjutkan cita-cita mereka untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ujarnya.
Wibowo menambahkan, peringatan Haul Bung Karno juga merupakan ikhtiar untuk terus merawat api perjuangan yang diwariskan sang Proklamator. Menurutnya, Bung Karno telah wafat, tetapi semangat perjuangannya tidak boleh ikut padam.
“Api perjuangan Bung Karno harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Semangat persatuan, gotong royong, dan keberpihakan kepada wong cilik itulah yang harus terus dihidupkan agar cita-cita Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan tetap terjaga,” pungkasnya.






