26.3 C
Semarang
Kamis, 23 April 2026

Pura Group Pastikan Operasional Tetap Stabil di Tengah WFH




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Menanggapi imbauan pemerintah terkait skema Work From Home (WFH) guna efisiensi energi nasional, Pura Group menyatakan dukungan penuh dengan melakukan penyesuaian kerja yang proporsional. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara kepatuhan kebijakan, keberlangsungan industri, dan kesejahteraan karyawan.

Direktur HR–GA Pura Group, Agung Subani, menegaskan bahwa perusahaan menerapkan kebijakan WFH secara selektif. Mengingat karakter industri manufaktur yang mengandalkan mesin, lini produksi tetap berjalan normal di lokasi fisik.

‘’Kami melakukan penyesuaian secara proporsional. Skema WFH hanya diterapkan pada fungsi tertentu yang bersifat back-office atau work anywhere, selama tidak mengganggu pelayanan kepada mitra usaha,’’ ujar Agung dalam keterangan resminya, Selasa (21/4).

Sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi, PT Pura telah menerapkan sistem lima hari kerja pada kantor-kantor perwakilan. Per 16 April 2026, kebijakan ini direncanakan meluas ke seluruh staf unit produksi, selaras dengan integrasi sistem payroll perusahaan.


Baca juga:  Himatika UMK Latih Digital Marketing Pemuda Padurenan

Terkait potensi kecemburuan sosial antara pekerja lapangan dan staf kantor, Agung menepis hal tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh pengaturan waktu kerja, baik lima maupun enam hari kerja, tetap berpijak pada undang-undang ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Pura Group.

Selain opsi WFH, Pura Group telah lama menjalankan solusi nyata dalam penghematan energi melalui penyediaan armada bus karyawan. Inisiatif yang dimulai sejak pandemi Covid-2019 ini melayani rute Semarang-Kudus serta berbagai titik di wilayah Kudus, seperti Jati hingga Undaan dan Terban.

‘’Awalnya ini untuk screening kesehatan, namun kini menjadi fasilitas tetap yang sangat membantu mobilitas karyawan sekaligus mendukung penghematan BBM secara kolektif,’’ tambahnya.

Baca juga:  Proyek Pasar Barang Bekas Jati Segera Dilelang

Di sisi lain, Pura Group juga bersiap menghadapi tantangan kenaikan harga minyak mentah dunia yang berdampak pada bahan baku industri, khususnya unit usaha percetakan berbasis pelarut (solvent-base) dengan sistem rotogravure.

Menyikapi hal ini, manajemen telah menyiapkan langkah mitigasi mulai dari pencarian bahan substitusi, optimasi proses produksi, hingga kalkulasi ulang harga produk.
‘’Kami berupaya melakukan efisiensi di berbagai lini agar industri tetap berjalan stabil. Harapannya, krisis global segera berlalu sehingga iklim usaha kembali normal dan potensi efisiensi tenaga kerja dapat dihindari,’’ pungkas Agung. (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...