JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Rentetan kompetisi olahraga berskala nasional dan internasional yang bergulir di Kabupaten Kudus, memicu dampak berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian daerah. Sektor perhotelan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal menjadi pihak yang paling diuntungkan dari padatnya kalender kejuaraan di wilayah ini.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, menegaskan bahwa dampak ekonomi tersebut sudah sangat terasa selama bergulirnya HYDROPLUS Soccer League Kudus 2025–2026 untuk kelompok usia 15–18 tahun di SuperSoccer Arena. Lonjakan kunjungan dari tim, ofisial, dan penonton dari luar daerah membuat perputaran uang di Kudus meningkat tajam.
‘’Dengan adanya event-event seperti ini, dampak ekonominya sangat terasa. Akomodasi perhotelan laku keras dan sektor UMKM pasti laris manis,’’ ujar Bellinda saat meninjau kompetisi sepak bola putri tersebut, Minggu (31/5) baru-baru ini.
Geliat ekonomi ini diprediksi akan terus meningkat hingga beberapa bulan ke depan. Kudus kini bersiap menghadapi kalender olahraga yang padat pada periode Juni hingga Agustus.
Setelah Liga Hydroplus yang juga digelar di Surabaya, Bandung, dan Jakarta, Kudus akan menjadi tuan rumah bagi sejumlah kompetisi besar lainnya seperti Milk Life Soccer Challenge, All Star Hydroplus, dan Srikandi Merdeka Cup.
Puncaknya akan terjadi pada bulan Agustus mendatang, dengan adanya turnamen internasional yang diikuti oleh perwakilan dari 7 negara. Antusiasme penonton yang tinggi pada kompetisi lokal saat ini menjadi sinyal kuat bahwa ajang internasional mendatang akan jauh lebih meriah dan membawa dampak ekonomi yang lebih masif.
Selain mendongkrak ekonomi, konsistensi kompetisi ini sukses menjadi batu loncatan penting untuk menjaring potensi atlet lokal. Dampak nyata dari pembinaan berjenjang ini dibuktikan dengan dikirimnya dua atlet muda lokal ke Prancis untuk menjalani uji coba (trial) selama satu minggu.
‘’Harapan saya ke depan, pembinaan ini terus mencetak atlet berkualitas yang membanggakan dan mengharumkan nama Kabupaten Kudus di tingkat dunia,’’ pungkas Bellinda. (han/rit)



