JATENGPOS.CO.ID, PATI – Air pasang kembali menggenangi rumah Siti Aminah di Desa Tunggulsari RT 5 RW 1, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jumat (5/6).
Sudah dua tahun perempuan itu hidup berdampingan dengan banjir rob yang datang hampir tiap hari.
Rumah bercat putih-biru bertempelkan stiker “Keluarga Prasejahtera/Miskin, Penerima Bansos BPNT” milik Aminah terendam 10–30 sentimeter. Dinding bagian bawah mulai keropos terkikis air laut.
“Banjir rob sudah dua tahun. Nggak pernah surut. Pagi datang, sore atau malam surut. Yang tahun kemarin tiga bulan nggak surut-surut,” ujar Aminah.
Di dalam rumah, dua kasur sengaja ditumpuk di atas kursi. Lemari diganjal batako. TV dan barang elektronik dipindah ke rak paling tinggi. Ikhtiar kecil agar tak rusak terendam.
Rumah Aminah diapit tiga tambak sehingga air rob leluasa masuk. Kondisi serupa dialami puluhan kepala keluarga di RT 5. “Kebanjiran semua, Pak, dalam rumah. Kebanjiran semua,” katanya.
Menurut Aminah, biang kerok banjir adalah tanggul penahan rob yang jebol tiga tahun lalu. Hingga kini belum ada perbaikan permanen. Akibatnya, setiap air pasang, permukiman warga langsung tergenang.
“Harapanya kepada Pak Prabowo segera ada solusinya gimana, karena rumah kami sering seperti ini. Dua tahun, Pak. Tanggulnya, kan kurang kokoh, Pak. Jebol. Solusinya, kan harus tanggulnya kuat supaya nggak ada air masuk sini, masuk ke rumah-rumah,” pinta Aminah.
Aminah mengaku sebenarnya ingin pindah dari lokasi langganan rob. Namun keterbatasan ekonomi dan ikatan batin dengan tanah kelahiran membuatnya bertahan.
“Kalau ada rezekinya, ya pengen pindah. Tapi enggak tega ya, ninggalin. Dari kecil, lahir di sini,” ucapnya.
Warga RT 5 Tunggulsari berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki tanggul secara permanen. Sebab, jika doa adalah urusan hamba, menanggulangi bencana adalah tanggung jawab negara. Sementara itu belum terwujud, Aminah dan tetangganya hanya bisa meninggikan perabot sambil berharap air tak makin tinggi.(Ida/rit)




