UMK Pacu Akselerasi Dampak Lokal dan Reputasi Global


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) resmi memasuki babak baru dalam sejarah perkembangannya. Memperingati Dies Natalis ke-46 pada tahun 2026 ini, sebagai penegasan komitmennya untuk membuktikan sekaligus mengeskalasi status akreditasi “Unggul” yang telah diraih.

Rektor UMK, Prof. Darsono, menyatakan bahwa usia ke-46 tahun ini memiliki makna yang sangat khusus. Menurutnya, tahun ini merupakan etape pertama bagi seluruh sivitas akademika, untuk membuktikan kualitas nyata dari predikat unggul yang disandang universitas.

‘’Dies Natalis ke-46 ini adalah etape switching (peralihan). Ini tahun pertama kita untuk membuktikan dan mengeskalasi keunggulan UMK dalam dua kontestasi utama yakni berdampak nyata secara lokal dan meraih reputasi global internasional sesuai visi kampus,’’ ujar Prof. Darsono, Jumat pagi.

Lanjutnya, guna mencapai target besar tersebut, manajemen UMK telah menyusun rencana pengembangan jangka menengah hingga tahun 2029. Setiap tahunnya, kampus akan mengusung tema program utama yang terarah dan berkesinambungan.


Untuk tahun 2026, UMK berfokus pada tema ‘Dampak Keunggulan di Masyarakat’. Selanjutnya, tahun 2027 akan diarahkan pada penumbuhan rekognisi internasional, dilanjutkan dengan pemantapan pada tahun 2028. Target jangka menengah pada tahun 2029 adalah mewujudkan kemandirian lokal yang menopang penuh proses rekognisi di level global.

Baca juga:  Bupati Kudus dan DPD RI Bahas Nasib PPPK Paruh Waktu

‘’Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang, target akhir kami pada tahun 2041 adalah mewujudkan UMK sebagai entitas World Class University yang mandiri,’’ tegas Rektor.

Sambungnya, optimisme UMK dinilai sangat realistis mengingat fondasi capaian sepanjang tahun 2025 lalu yang sangat produktif. Di sektor Sumber Daya Insani (SDI), populasi dosen bergelar Doktor (S3) di UMK saat ini telah mencapai 33,1 persen. Angka ini sukses melampaui pagu nasional yang baru menargetkan angka 30 persen pada tahun 2030 mendatang.

Selain itu, pada tahun 2025, UMK berhasil menambah jumlah Guru Besar (Profesor) menjadi 5 orang. Pergeseran jabatan fungsional dosen dari Asisten Ahli ke Lektor dan Lektor Kepala juga berada pada grafik puncak, memenuhi standar ideal pemenuhan kualitas pengajaran universitas.

Baca juga:  Sam’ani Janji Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kudus

‘’Kualitas penunjang akademis juga diperkuat dengan fakta bahwa 80 persen Tenaga Kependidikan (Tendik) sudah bergelar sarjana dan 74 persen tenaga pendidik telah mengantongi sertifikasi resmi,’’ paparnya.

Sementara pada bidang prestasi kemahasiswaan dan kelembagaan, UMK menorehkan tinta emas dengan masuk ke dalam Klaster 1 Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Capaian ini menyejajarkan UMK dengan universitas elite tanah air seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Diponegoro (UNDIP).

UMK juga berhasil menyabet penghargaan sebagai universitas terbaik dalam aspek kolaboratif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ditambah dengan kelulusan 9 dosen doktor baru pada tahun lalu, rekam jejak ini menjadi modal akselerasi yang kuat.

‘’Semua capaian di tahun 2025 ini menjadi baseline (dasar) bagi kami untuk merancang strategi. UMK harus bergerak lebih cepat ke depan untuk maju,’’ pungkas Prof. Darsono. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...