JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pedagang Pasar Bitingan mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, Senin (22/6). Kedatangannya bertujuan untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan kanopi, di komplek pasar setempat pada tahun anggaran 2024.
Koordinator Pedagang Pasar Bitingan, Kunarto, menyerahkan langsung satu bendel dokumen laporan kepada pihak kejaksaan. Dokumen tersebut berisi berkas spesifikasi proyek hingga data lelang yang mengindikasikan adanya kerugian negara.
Para pedagang menduga ada praktik penggelembungan harga (markup) dalam proyek senilai Rp1.869.000.000 tersebut. Kecurigaan muncul setelah pedagang menemukan selisih harga yang tidak wajar pada pembangunan kanopi di sisi timur pasar.
āāAda selisih harga hampir Rp2 juta per meter untuk pembangunan kanopi di tahun yang sama,āā ujar Kunarto.
Ia menambahkan bahwa dampak dari dugaan penyelewengan ini merugikan sekitar 200 pedagang yang berjualan di area pasar tersebut.
Sementara Kepala Kejari Kudus, Teddy Rorie, melalui Kepala Seksi Intelijen, Ryan Augusti Manoi, membenarkan adanya aduan dari perwakilan pedagang tersebut. Pihak kejaksaan telah menerima berkas laporan untuk dipelajari lebih lanjut.
āāHari ini, 22 Juni 2026, kami menerima kedatangan teman-teman dari Pedagang Pasar Bitingan. Mereka menyampaikan aduan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pasar tahun anggaran 2024,āā kata Ryan.
Ryan menjelaskan bahwa institusinya akan langsung melakukan telaah dokumen sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP) yang berlaku. Pihak kejaksaan berjanji akan menangani kasus ini secara profesional dan penuh integritas.
Kejari Kudus pun membuka peluang besar untuk memanggil pihak-pihak terkait dalam waktu dekat. Proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata) akan menjadi langkah awal kejaksaan.
āāJika substansi laporan memenuhi unsur tindak pidana korupsi, kami akan melakukan pengumpulan data dan pemanggilan keterangan. Jadi tidak menutup kemungkinan kami memanggil pihak-pihak terkait,āā pungkas Ryan. (han/rit)






