Korban Pembacokan Tegaskan Tak Ada Hubungan Khusus dengan Pelaku


JATENGPOS.CO.ID, PATI — Korban penganiayaan berat di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, berinisial DS, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai hubungan dirinya dengan pelaku. Dari ruang perawatan rumah sakit, DS menegaskan bahwa pelaku berinisial A bukanlah mantan kekasihnya.

Dalam video klarifikasi yang dikirimkan kepada awak media, Jumat (24/7), DS menyampaikan bahwa dirinya hanya mengenal pelaku sebagai pelanggan usaha jahit yang dikelolanya. Menurutnya, pelaku pertama kali menghubungi setelah mengetahui nomor kontak dari akun media sosial usahanya untuk memesan jahitan kemeja dan celana.

“Di sini saya ingin menegaskan bahwa saya tidak memiliki hubungan dengan pelaku berinisial A. Awal mula saya mengenal dia karena dia memesan jahitan kemeja dan celana pada saya,” ujar DS.

Korban menjelaskan, pelaku memang sempat menyatakan perasaan cinta dan mengajaknya untuk menjalani proses taaruf. Namun, ajakan tersebut telah ditolak secara baik-baik. Sejak penolakan itu, DS mengaku mulai mengalami teror yang berlangsung hampir satu tahun, sejak Agustus 2025.


Baca juga:  Pemkab Kudus dan Pemprov Jateng Bersinergi Tangani Bencana

Meski telah memblokir seluruh akun media sosial dan nomor WhatsApp milik pelaku, teror disebut terus berlanjut melalui berbagai nomor telepon yang berbeda. Kondisi tersebut membuat korban merasa tidak nyaman dan dihantui rasa takut.
DS juga mengungkapkan bahwa aksi pelaku bukan kali pertama terjadi.
Sebelum insiden pembacokan pada Kamis (23/7), pelaku disebut pernah mendatangi rumahnya pada 5 Juni 2026 sekitar pukul 23.00 WIB dengan membawa linggis.

Saat itu, aksi pelaku berhasil digagalkan setelah kakak ipar korban bersama warga sekitar mengetahui keberadaannya dan mendatangi lokasi. Pelaku kemudian melarikan diri sebelum sempat melakukan tindakan lebih jauh.

Korban mengaku tidak segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian karena mengira pelaku tidak akan kembali melakukan aksi serupa.

Baca juga:  Pemkab Kudus Selaraskan Program di Musrenbang 2026

“Saya pikir dia tidak akan berani untuk datang lagi. Tapi ternyata saya salah, dia masih melakukan hal yang lebih kejam lagi. Di sini saya mau memperjelas bahwa saya tidak pacaran, tidak memiliki hubungan dengan A,” tutur DS.

Kasus penganiayaan berat tersebut kini ditangani Polresta Pati. Aparat masih melakukan proses penyidikan untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana yang dilakukan pelaku.

Sebelumnya, peristiwa pembacokan terhadap DS di Desa Sinomwidodo viral di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut korban diserang oleh mantan kekasih yang sakit hati karena ajakan untuk kembali menjalin hubungan ditolak.

Namun, melalui klarifikasi yang disampaikan langsung dari rumah sakit, DS membantah narasi tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki hubungan asmara dengan pelaku.(Ida/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...