JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus bersinergi menggelar program Bawaslu Goes To School di MA NU Salafiyah Ahmad Said Kudus, Senin (3/8). Langkah ini diambil untuk memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda selaku calon pemilih pemula.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kudus menghadirkan Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, Septyandra Trisnasari, serta Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Naily Faila Saufa. Sementara dari KPU Kudus, hadir Anggota KPU Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Miftahurrohmah.
Septyandra membuka sesi dengan mengenalkan struktur kelembagaan Bawaslu hingga ke tingkat ad hoc di kecamatan dan desa. Menurutnya, pengenalan ini penting agar siswa memahami mekanisme pengawasan sejak dini dan mau berpartisipasi menjaga integritas pemilu.
Di sisi lain, Miftahurrohmah memaparkan pentingnya akurasi data pemilih. KPU dan Bawaslu bahkan langsung melakukan aksi nyata dengan mendata siswa yang sudah memiliki KTP. Nama dan NIK mereka dicatat lalu dicek via aplikasi Cek DPT Online untuk memastikan hak pilih mereka sudah terakomodasi.
Sebagai penutup, Naily Faila Saufa membakar semangat para siswa untuk menjadi pemilih yang bijaksana. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terhasut informasi hoaks dan politik uang.
‘’Generasi muda memiliki peran strategis. Jadilah pemilih yang cerdas dengan mencari informasi yang benar, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, dan berani menolak pelanggaran pemilu,’’ tegas Naily.
Melalui literasi kepemiluan ini, Bawaslu dan KPU Kudus berharap para siswa bisa menjadi agen demokrasi yang aktif menjaga kualitas pemilu di lingkungan mereka.
‘’Kami berharap para pemilih pemula ini, dapat menjaga integritas dan kualitas pemilu di lingkungan masing-masing,’’ pungkasnya. (han/rit)






