JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus kembali membuka 11 paket pelatihan kerja gratis pada Anggaran Perubahan 2026 melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK).
Program pelatihan tersebut yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan total anggaran mencapai Rp2,4 miliar untuk keseluruhan program pelatihan selama satu tahun.
Kepala Disnakerperinkop UKM Kudus, Catur Widyatno, melalui Kepala UPTD BLK, Evita Dewi, menjelaskan bahwa 11 paket pelatihan di anggaran perubahan ini dihadirkan untuk melengkapi 36 pelatihan pada anggaran murni yang telah selesai dilaksanakan.
‘’Jadi total pelatihan BLK Kudus sepanjang tahun ini mencapai 47 paket,’’ paparnya.
Sambungnya, setiap paket pelatihan dianggarkan dengan rentang dana sekitar Rp40 juta hingga Rp50 juta. Adapun 11 paket pelatihan baru tersebut meliputi adalah pengolahan ikan (2 paket), barista (2 paket), makanan komersil (2 paket), Tata Rias Pengantin (2 paket), menjahit pakaian anak (2 paket) dan Make-Up (1 paket).
Seluruh pelatihan ini dipastikan akan dipandu oleh para instruktur profesional di bidangnya. Jadwal terdekat akan dimulai pada Senin besok untuk kelas pengolahan ikan di SMA Muhammadiyah Kudus, disusul pembukaan kelas barista pada hari Selasa.
Sesuai dengan regulasi DBHCHT, prioritas utama peserta pelatihan ini diarahkan bagi para buruh rokok, keluarga buruh rokok, serta masyarakat umum lainnya yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh kepala daerah. Syarat mendasar bagi pendaftar di antaranya wajib ber-KTP Kudus dan berusia produktif.
Selain bersumber dari dana cukai, BLK Kudus juga mengelola anggaran bersumber dari APBN senilai sekitar Rp400 juta untuk 5 paket pelatihan. Berbeda dengan jalur DBHCHT, program APBN ini dikhususkan bagi lulusan SMA/SMK dengan sistem pendaftaran daring (online) melalui aplikasi resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
‘’Lima jenis kejuruan yang dibuka lewat jalur APBN ini meliputi pelatihan Roti dan Kue, Merias, Pengelasan (Las), Autocad Drafter, serta Practical Office,’’ pungkasnya. (han/rit)






