Ber-KTP Luar Daerah, Plt Bupati Pati Pastikan Pasien Radang Otak Tetap Ditangani


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memastikan Rifki, 22, warga Kecamatan Gabus yang dirawat akibat radang otak di RSUD RAA Soewondo Pati, tetap mendapatkan penanganan medis meski memiliki KTP Blitar. Pemkab Pati juga menyiapkan opsi rujukan ke rumah sakit lain apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kepastian tersebut disampaikan Chandra saat menjenguk Rifki di RSUD RAA Soewondo Pati, Selasa (20/10). Ia menegaskan, perbedaan domisili administrasi tidak menjadi alasan untuk menghentikan upaya penanganan medis terhadap pasien.

“Walaupun seperti itu, tetap kita tangani,” tegas Chandra.

Menurut Chandra, kondisi Rifki tergolong berat karena penyakit yang dideritanya telah berlangsung cukup lama dan menyebabkan peradangan pada otak. Saat ini, tim medis masih melakukan observasi untuk memantau perkembangan kondisi pasien sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Baca juga:  Pasca Tutup 2 Hari, Pedagang Pasar Kliwon Kudus Minta Retribusi Dikurangi

“Radang otaknya sudah lumayan besar. Semoga bisa ditangani di Rumah Sakit Soewondo. Kalau tidak bisa, nanti kita rujuk ke Rumah Sakit Kariadi,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati menyampaikan bahwa kondisi Rifki hingga kini masih stagnan dan belum sadar. Tim medis terus memantau perkembangan kesehatannya serta mengevaluasi respons terhadap pengobatan yang diberikan.

Apabila kondisi pasien belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan, pihak rumah sakit akan mengupayakan rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan medis.

“Pasien mulai tidak sadarkan diri ketika berada di rumah neneknya di Pati. Saat ini, kami terus memantau kondisinya dan mengevaluasi respons terhadap pengobatan yang diberikan,” jelasnya.

Baca juga:  Paket MBG Diuji Empat Kali Sebelum Didistribusikan

Diketahui, Rifki memiliki KTP Blitar setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ia kemudian tinggal bersama neneknya di Kecamatan Gabus. Rifki juga diketahui tidak bekerja dan sudah tidak bersekolah.

Chandra mengaku mendapat informasi mengenai kondisi Rifki setelah menerima laporan dari warga. Menindaklanjuti laporan tersebut, ia bersama jajaran terkait menjenguk pasien untuk memastikan penanganan medis berjalan sesuai kebutuhan.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pati, serta Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati. Pemerintah Kabupaten Pati memastikan penanganan pasien terus diupayakan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kesehatannya. (Ida/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...