POS Gelar Ruwatan, Desak Pati Bersih dari Korupsi


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Pati Ora Sepele (POS) menggelar ruwatan di Alun-Alun Simpang Lima Pati, Rabu (21/10). Selain memanjatkan doa agar Kabupaten Pati aman dan damai, kegiatan tersebut menjadi simbol perjuangan massa untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi serta menuntut keadilan atas berbagai persoalan yang terjadi di Bumi Mina Tani.

Ketua POS, Suharno, mengatakan kegiatan bertajuk Ruwat Bumi Pati dan Ruwat Bumi Nusantara itu bertujuan membersihkan Bumi Mina Tani dari energi negatif dan perilaku angkara murka. Menurutnya, persoalan korupsi yang mencuat di Kabupaten Pati menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan ruwatan tersebut.

“POS melakukan Ruwat Bumi Pati dan Ruwat Bumi Nusantara. Konteksnya membersihkan kesialan dan perbuatan yang sifatnya angkara murka dari Bumi Pati, sehingga ke depannya damai, tenteram antara pejabat, aparat penegak hukum (APH), dan masyarakat untuk membangun Pati lebih baik,” ungkap Suharno kepada awak media.

Dia menambahkan, kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk komitmen POS dalam mengawal persoalan yang terjadi di Kabupaten Pati selama setahun terakhir, terutama perkara yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo dan kini berproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Baca juga:  Disbudpar Kudus Perketat Pengamanan Wahana, Sambut Lonjakan Wisatawan Lebaran

Dalam prosesi ruwatan, massa terlebih dahulu memanjatkan doa bersama di pusat Kota Pati. Selanjutnya, mereka menyiramkan air ke pintu gerbang Pendopo Kabupaten Pati sebagai simbol pembersihan dari energi negatif.

Menurut Suharno, air yang telah didoakan menjadi sarana simbolis untuk menghilangkan berbagai hal buruk yang dianggap membelenggu Kabupaten Pati.

“Menyiram air mengurai energi negatif untuk dikeluarkan dari Kabupaten Pati sehingga belenggu bisa sirna dengan energi doa yang kami bacakan, termasuk energi yang dimasukkan ke dalam air yang disiramkan ke pintu Pendopo Pati. Air sebuah sarana membersihkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, POS berharap Kabupaten Pati terbebas dari korupsi dan masyarakat mendapatkan keadilan di berbagai bidang, mulai dari sosial, hukum hingga ekonomi. Mereka juga berharap polemik yang selama ini terjadi di Kabupaten Pati segera berakhir.

“Harapannya Pati bebas korupsi sehingga perbuatan tersebut bisa sirna, masyarakat bisa mendapat keadilan sosial, hukum, ekonomi. Harapannya gonjang-ganjing di Pati selesai,” imbuhnya.

Usai menggelar ruwatan, massa POS berupaya menyaksikan siaran langsung sidang putusan Bupati Pati nonaktif Sudewo melalui videotron di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati. Mereka pun berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati untuk meminta izin penayangan.

Baca juga:  BUMDes Mitra Sejahtera Resmikan Kandang Ayam Petelur

Audiensi antara perwakilan POS dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati diterima. Namun, permohonan penggunaan videotron untuk menayangkan siaran langsung persidangan tersebut tidak mendapat izin.

Kepala Diskominfo Kabupaten Pati, Sugiyono, menyampaikan keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan hasil koordinasi bersama unsur terkait demi menjaga kondusivitas daerah.

“Mengingat dan menimbang hasil rembukan kepolisian, kami sudah matur Plt Bupati, Pak Dandim, Pak Kapolresta untuk menjaga kondusivitas kabupaten. Mohon dimaklumi. Kami tidak bisa menayangkan secara langsung di videotron, mohon dimaklumi untuk kebaikan bersama,” tuturnya.

Pemkab Pati juga mempertimbangkan agenda kirab Hari Santri Nasional (HSN) yang melintasi kawasan tersebut. Kirab yang melibatkan sekitar 1.000 peserta dari wilayah Kayen dan Sukolilo itu dijadwalkan berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP).

Sugiyono menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengantisipasi potensi gesekan antarmassa dan menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Ini sekaligus jam satu ada kirab Hari Santri dari Kayen dan Sukolilo, 1.000 orang. Kirab Hari Santri akan finis di TMP. Antisipasi keamanan, jangan sampai ada gesekan,” pungkasnya. (ida/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...

Dekranasda Kudus Gandeng Bank Jateng Pacu Daya...

UMK Resmi Luncurkan Bank Sampah

PPKM Skala Mikro di Kudus Diperpanjang