Bupati Semarang Awali Program Pembagian 5000 Bendera Merah Putih


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Bupati H Ngesti Nugraha mengawali program nasional  pembagian sepuluh juta Bendera Merah Putih di Kabupaten Semarang. Pelaksanaan program secara simbolis ditandai dengan penyerahan bendera oleh Bupati, Wabup dan Forkompimda serta Sekda Valeanto Sukendro kepada perwakilan anggota TNI, Polri dan masyarakat usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo Ungaran Timur, Senin (1/6).

Kepala Bakesbangpol Suyana menjelaskan program pembagian sepuluh juta Bendera Merah Putih diinisiasi oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri RI.

“Tujuannya untuk meningkatkan rasa nasionalisme,  bela negara dan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus mendatang,” terangnya.

Program ini telah berjalan sejak dua tahun lalu dan kembali digelar tahun ini. Pemkab Semarang mengalokasikan anggaran pengadaan dua ribu Bendera Merah Putih untuk dibagikan kepada warga. Selain itu juga dibuka kesempatan bagi instansi lain termasuk swasta untuk berpartisipasi dalam program ini.

Baca juga:  Cegah Kanker Servik dengan Skrining Dini

“Targetnya dapat terkumpul sekitar lima ribu lembar bendera untuk dibagikan sampai menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI Agustus mendatang,” katanya lagi.

Sementara itu upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 berlangsung lancar. Ratusan peserta terdiri dari anggota TNI, Polri, Satpol PP, ASN, pelajar, mahasiswa, Pramuka dan perwakilan ormas dengan tertib mengikuti upacara meski panas sinar matahari cukup menyengat.

Membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Yudian Wahyudi, Bupati H Ngesti Nugraha mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momen refleksi api Pancasila tetap menyala dalan jiwa insan Indonesia.

Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila relevan untuk menjaga keutuhan bangsa. Sekaligus tercapainya perdamaian dunia.

Baca juga:  Giat Vaksinasi, Menuju Heard Immunity sebagai Genderang Perang Melawan Pandemi

“Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik,” katanya.

Diketahui, BPS mencatat ada 83.381 desa/kelurahan di Indonesia. Jika 10 juta bendera dibagi rata, tiap desa dapat ∼120 bendera. Di Kabupaten Semarang, 5.000 bendera untuk 235 desa/kelurahan, rata-rata 21 bendera per desa/kelurahan.

Bupati Ngesti ingin pesan Pancasila tak berhenti di pidato. Ia harus berkibar, kelihatan, dan dirasakan warga. Dari Alun-Alun Bung Karno Ungaran, 2.000 bendera pertama mulai perjalanan. Target 5.000 menunggu di depan. Karena kalau api Pancasila mau tetap menyala, caranya sederhana: pasang bendera, jaga persatuan, pastikan kebijakan adil. Merah Putih berkibar, Indonesia kuat. (muz)

 


TERKINI

Rekomendasi

...