Hari Kedua SPMB SMP di Ungaran, Ortu Calon Siswa Datangi Sekolah Minta Dibuatkan Akun


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Memasuki hari kedua pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP 2026, sekolah di Kota Ungaran disibukan proses verifikasi kelengkapan berkas persyaratan para calon siswa. Seperti terlihat di SMPN 2 Ungaran, belasan petugas sekolah sibuk mengklik setiap berkas data yang terkirim dalam sistem untuk dicermati keabsahannya.

Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 2 Ungaran, Suwardi mengakui, memang banyak orang tua calon murid yang datang ke sekolah. Sebagian besar meminta bantuan pembuatan akun karena berasal dari luar daerah, sementara lainnya ingin menanyakan status pendaftaran yang belum terverifikasi.

“Banyak yang datang ke sekolah. Rata-rata karena dari luar daerah sehingga harus mengajukan akun terlebih dahulu. Ada juga yang datang untuk menanyakan kenapa pendaftarannya belum diverifikasi,” katanya.

Ia menjelaskan, proses verifikasi membutuhkan waktu karena seluruh berkas harus diperiksa satu per satu sesuai urutan pendaftaran. Karena itu, masyarakat diminta bersabar menunggu proses yang sedang berlangsung. Apalagi, jumlah pendaftar yang cukup banyak sehingga verifikasi juga memerlukan waktu.

Berdasarkan data website SMPB Kabupaten Semarang hingga pukul 12.45, jumlah pendaftar SMP Negeri 2 Ungaran sebanyak 438 calon murid jalur domisili. Dari jumlah itu, sudah terverifikasi 269 calon murid. Pada jalur afirmasi, jumlah pendaftar 103 calo  murid dengan total yang telah diverifikasi sebanyak 70 calon murid.

Baca juga:  Edukasi Pengasuhan 1000 HPK Bagi Ibu dan Keluarga Desa Betahwalang

Sedangkan, jalur prestasi, terdapat 275 calon murid. Sebanyak 104 diantaranya telah terverifikasi. Untuk jalur mutasi, jumlah pendaftar 12 calon murid, dengan dua orang telah diverifikasi.

“Jumlah pendaftar cukup banyak sehingga verifikasi dilakukan secara bertahap. Otomatis harus antre sesuai urutan. Jadi, perlu kesabaran,” ujarnya.

Suwardi menuturkan, petugas verifikator harus mencermati setiap dokumen yang diunggah peserta agar tidak terjadi kesalahan dalam proses seleksi. Berbagai kendala masih ditemukan, mulai dari dokumen yang tidak sesuai hingga kesalahan saat mengunggah berkas.

“Ada yang upload KK tidak sesuai nama. Foto tidak sesuai nama. Mungkin daftar lewatt sekolah, secara kolektif, pas upload salah ambil foto. Itu pengalaman verifikator, harus cek satu persatu jangan smpai salah verifikasi,” urainya.

Ia menegaskan, seluruh proses verifikasi dilakukan berpedoman pada petunjuk teknis (juknis) SPMB agar tidak terjadi kekeliruan yang dapat merugikan peserta.

PANTAU SPMB: Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono memantau proses verifikasi dan perangkingan peserta calon siswa di SMPN 1 Ungaran, Rabu (3/6/2026). FOTO: MUIZ/JATENGPOS

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono melakukan pemantauan pelaksanaan SPMB di SMPN Kota Ungaran, Rabu (3/6/2026). Sejak pagi berkeliling mulai SMPN 3 Ungaran, lanjut SMPN 2 dan terakhir di SMPN 1 Jalan Diponegoro Ungaran. Sebelumnya, ia juga menyempatkan waktu memantau pelaksanaan SPMB SD di SDN Induk Ungaran.

Menurutnya, hasil pemantauan ke sejumlah SMP selama pelaksanaan SPMB 2026, kendala yang paling banyak ditemukan selama proses verifikasi berkaitan dengan ketidaksesuaian data administrasi mulai dari perbedaan nama pada kartu keluarga dan akta kelahiran hingga kesalahan saat mengunggah dokumen.

Baca juga:  BNNP Deklarasikan Universitas Ngudi Waluyo Ungaran Kampus Anti Narkoba

“Hasil verifikasi menunjukkan masih banyak data yang tidak sesuai, misalnya nama di kartu keluarga berbeda dengan yang ada di akta. Ada juga yang salah mengunggah berkas, bahkan dokumen milik anak satu dan dua tertukar (karena daftar kolektif). Selain itu, ada formulir yang belum diisi lengkap, seperti nama orang tua,” jelasnya.

Menurut Joko, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar pelaksanaan SPMB dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Sehingga, masyarakat dapat lebih siap menghadapi proses pendaftaran berbasis digital.

“Ke depan kami berharap Dinas Pendidikan bisa lebih masif melakukan sosialisasi. Masih ada masyarakat yang kesulitan karena keterbatasan perangkat atau belum memahami tahapan pendaftaran,” katanya.

Berdasarkan pantauan Jateng Pos di SMPN 1 Ungaran bersama Dewan Pendidikan pelaksanaan benar-benar berjalan lancar. Petugas dengan serius mencermati setiap data yang masuk terkait keabsahan dan kebenaran otentiknya. Tidak hanya pemeriksaan cermat setiap piagam prestasi olahraga di jalur prestasi, titik koordinat juga diteliti kesesuaiannya dengan alamat tertera di Kartu Keluarga (KK). (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...