JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di turunan Jalan Tol Tembalang KM 430+300 Jalur B, Kamis (9/7) pagi.
Insiden yang diduga dipicu rem bus mengalami blong itu menyebabkan seorang penumpang meninggal dunia dan 20 penumpang lainnya mengalami luka ringan.
Kecelakaan melibatkan sebuah bus Hino bertuliskan Debe Trans, mobil Toyota Sienta warna cokelat metalik, dan truk dump Hino warna hijau. Bus yang melaju dari arah Banyumanik menuju Krapyak diduga kehilangan kendali saat melintasi turunan jalan tol.
Korban meninggal diketahui bernama Bayu A, seorang mahasiswa asal Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Korban mengalami luka berat pada bagian kepala dan meninggal di lokasi kejadian.
Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7), Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung Ariyono, mengatakan korban meninggal merupakan penumpang bus.
“Kecelakaan antara bus penumpang dengan truk. Korban meninggal satu orang, penumpang. Untuk korban luka ringan 20 orang,” terangnya.
Para korban luka mengalami cedera ringan dengan beragam kondisi, seperti luka di kepala, wajah, tangan, kaki, pinggang, hingga memar. Sebagian korban mendapat perawatan di RS Bhayangkara Semarang, RS Hermina Banyumanik, dan RS Samsoe Hidajat Semarang.
Dijelaskan, bus tersebut mengangkut 30 penumpang serta tiga kru, termasuk sopir.
“Korban luka-luka hanya luka ringan, para penumpang bus. Itu kan bus umum penumpang, ada tiga kru termasuk sopir, sedangkan penumpang 30 orang,” jelasnya.
Bus Hino dikemudikan Nursoli, warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Sementara Toyota Sienta dikemudikan Admiko, warga Kecamatan Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang. Adapun truk dump Hino dikemudikan Suyanto, warga Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak.
Terkait kronologi, bahwa bus berangkat dari Jawa Timur dengan tujuan Jawa Barat. Saat melintasi turunan Jalan Tol Tembalang, pengemudi diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.
“Awalnya bus melaju dari arah selatan ke utara dan tidak dapat menguasai laju kendaraan. Saat melintas turunan jalan menabrak Toyota Sienta. Kemudian bus menghindar ke kiri dan menabrak truk dump Hino yang melaju searah di depannya,” terangnya.
Akibat benturan keras, bagian kiri bus ringsek parah. Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan juga menyebabkan arus lalu lintas di ruas tol sempat mengalami kemacetan. Seluruh penumpang kemudian dievakuasi dan menyelamatkan diri ke tepi jalan tol.
Berdasarkan keterangan awal, sopir mengaku rem bus mengalami blong sebelum kecelakaan terjadi.
“Pengakuan sementara pengemudi bus mengakui rem blong. Sempat menabrak mobil di depannya. Maunya banting setir ke kiri, ternyata di depannya ada truk dump,” katanya.
Meski demikian, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dengan berkoordinasi bersama Dinas Perhubungan untuk memeriksa kondisi rem serta kelayakan operasional bus.
“Kita akan dalami dulu untuk mengetahui penyebab pastinya. Kecelakaan ini masih dalam penanganan,” pungkas AKP Untung Ariyono. (ucl/rit)





