Kekeringan hingga Beli Air Galon, Bupati Ngesti Nugraha Turun Gunung Kucurkan Air Bersih di Dusun Bulu


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Sumur-sumur di Dusun Bulu, Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kini tinggal menyisakan retakan tanah dan dinding beton yang kering. Kemarau panjang yang melanda dalam empat bulan terakhir —tanpa setetes pun hujan selama tiga bulan ke belakang— membuat warga harus memutar otak demi mendapatkan setetes air bersih. Apa solusinya?

“Sejak beberapa tahun, ini yang paling parah, Mbak. Biasanya kami masih bisa dapat air meskipun sedikit dari sumur masing-masing, tapi tahun ini sama sekali tidak ada,” ujar Mudrikah (45), warga setempat, saat mengantre bantuan air bersih.

Dampak kekeringan tahun ini memaksa warga Dusun Bulu bergantung sepenuhnya pada pasokan luar. Dalam satu hingga dua minggu terakhir saja, sudah ada enam tangki air bersih yang dikirim ke dusun ini.

Ketika pasokan darurat belum tiba dan air di rumah habis, warga terpaksa merogoh kocek ekstra untuk membeli air isi ulang seharga Rp5.000 per galon dari luar dusun. Mengingat kebutuhan rumah tangga mencapai tiga galon per hari, Mudrikah harus menyisihkan uang sekitar Rp15.000 setiap harinya atau memborong 7 hingga 8 galon sekaligus agar tidak bolak-balik.

Baca juga:  Jembatan Putus Diperbaiki Darurat Dulu

Program Pamsimas yang ada di sekitar wilayah tersebut belum mampu menjangkau Dusun Bulu karena airnya sudah habis terserap di dusun-dusun tetangga.

Merespons krisis ini, Pemerintah Kabupaten Semarang bergerak cepat. Pada Rabu (2/9/2026) sore, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha turun langsung ke Dusun Bulu bersama BPBD, PMI, Baznas, relawan, dan Forkopimcam Suruh untuk menyalurkan bantuan air bersih secara simbolis.

Warga Dusun Bulu Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang bersuka cita mendapatkan dropping air bersih, Rabu (2/9/2026) sore. FOTO:IST/JATENGPOS

Data Pemkab Semarang mencatat bahwa kekeringan telah meluas hingga 9 dari total 19 kecamatan di Kabupaten Semarang, berdampak pada 18 desa. Khusus di Kecamatan Suruh, sebanyak 15 tangki air bersih telah disalurkan ke empat titik krusial pada hari yang sama, meliputi:

  • Dusun Bulu (123 Kepala Keluarga)
  • Dusun Jambe (50 Kepala Keluarga)
  • Dusun Jangglengan (141 Kepala Keluarga)
  • Dusun Glagahombo, Desa Sukorejo (193 Kepala Keluarga)
Baca juga:  8.563 Posbankum se-Jawa Tengah Bakal jadi Basis P4GN di Desa

Secara kumulatif, Pemkab Semarang melalui dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) APBD telah menggelontorkan 275 tangki air bersih ke berbagai wilayah terdampak.

Sebagai solusi permanen bagi 123 Kepala Keluarga di Dusun Bulu, Bupati Ngesti Nugraha langsung meninjau calon lokasi pengeboran di sela-sela peninjauannya. Pemkab akan segera menerjunkan Tim Geolistrik—metode geofisika untuk memetakan lapisan akuifer atau cadangan air tanah di dalam tanah—sebelum pengerjaan fisik sumur bor dimulai.

“Ketika titik ini berhasil lewat tes geolistrik, maka kami segera upayakan anggarannya baik dari APBD maupun CSR, supaya pengeboran bisa segera terlaksana dan kebutuhan air warga terpenuhi sepenuhnya,” tegas Ngesti.

Di tengah transisi musim ini, langkah taktis droping air dan rencana pembangunan sumur bor diharapkan mampu menjadi angin segar bagi warga yang telah lama menanti pulihnya ketersediaan air bersih di tanah kelahiran mereka. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...