JATENGPOS.CO.ID, SOLO- Malam di kawasan Mojosongo, Kota Solo, mendadak mencekam ketika si jago merah mengamuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Rabu (2/9) malam. Kobaran api yang pertama kali muncul di Blok B dengan cepat membesar dan meluas ke sisi utara TPA, bahkan merembes hingga mendekati kawasan perbatasan Kabupaten Karanganyar.
Tumpukan sampah yang kering serta gas metana yang terkandung di dalam gunungan sampah membuat api dengan mudah menjalar dan menimbulkan kepulan pekat yang membubung tinggi ke langit malam.
Lurah Mojosongo, Katarina Kartika Panca Chris Daryani, mengungkapkan bahwa dirinya langsung menerima laporan darurat dari ketua RW setempat saat kejadian baru saja bermula.
“Saya ditelpon sama Pak RW 30, katanya Putri Cempo kebakaran. Kebetulan saya juga masih di jalan, belum pulang,” kenang Katarina menceritakan detik-detik awal ia mengetahui insiden tersebut.
Meski insiden kebakaran di area pembuangan sampah ini kerap menjadi siklus tahunan yang berulang, Katarina menyebut skala kali ini jauh lebih besar dan mengkhawatirkan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Memang ini kayak tahunan gitu ya, tetapi dulu nggak sempat kebakaran besar,” imbuhnya.
Menghadapi amukan api yang kian tak terkendali, operasi pemadaman besar-besaran langsung digelar malam itu juga. Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan total 6 unit mobil pemadam kebakaran yang disebar secara taktis dari dua arah strategis guna mengepung titik api.
Di sisi utara 4 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan langsung untuk menghadang laju api yang mengarah ke perbatasan Kabupaten Karanganyar. Di sisi barat 2 unit mobil pemadam dikerahkan guna melokalisir dan memotong jalur api dari arah barat kawasan TPA.
Medan yang terjal berupa gunungan sampah yang labil membuat petugas pemadam kebakaran tidak bisa bekerja sendirian. Operasi pemadaman turut diperkuat dengan pengerahan alat berat berupa buldoser dan ekskavator.
Alat-alat berat tersebut dioperasikan langsung di sekitar area Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo untuk mengurai dan mengeruk tumpukan sampah yang membara, sehingga memudahkan air menyentuh titik api paling dalam yang sulit dijangkau selang pemadam.
Di tengah kepulan asap yang pekat, Pemerintah Kelurahan Mojosongo memastikan bahwa keselamatan warga di sekitar lokasi tetap menjadi prioritas utama. Langkah antisipasi dini langsung diambil melalui koordinasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta. Hingga malam hari, tim medis dan jaringan relawan gabungan sudah disiagakan di titik-titik terdekat.
Pemerintah kelurahan bersama BPBD juga telah menyiapkan rencana cadangan, termasuk mendirikan dapur umum di Kantor Kelurahan Mojosongo apabila situasi berkembang menjadi lebih darurat dan membutuhkan evakuasi atau penanganan logistik bagi warga terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari pemadam kebakaran, BPBD, relawan, dan operator alat berat masih berjibaku tanpa kenal lelah di lokasi. Mereka berpacu dengan waktu untuk melakukan pembasahan total guna memastikan seluruh titik api, bara tersembunyi, dan kepulan asap di TPA Putri Cempo benar-benar padam sepenuhnya sehingga tidak kembali meluas ke permukiman warga. (dbs/muz)




