28.7 C
Semarang
Kamis, 14 Mei 2026

SDN Lamper Kidul 01 Angkat Tema Sampahku Tanggung Jawabku




JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Kegiatan Panen Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Senin 12 Desember 200 digelar oleh SDN Lamper Kidul 01 Semarang.

Ida Karima S.Pd, Kepala Sekolah setempat menyampaikan, Panen Karya P5 diterjemahkan para siswa dengan pentas seni dan pameran di halaman sekolah. Acara yang meriah itu disaksikan para orang tua, siswa, para tamu undangan, dan pejebat terkait.

“Panen Karya ini adalah dalam rangka implementasi sekolah penggerak. Kami mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan, dengan topik Sampahku Tanggung jawabku,”kata Ida.

Tema tersebut menurutnya dilatarbelakangi adanya para siswa yang selama ini kurang mengiplementasikan membuang sampah pada tempatnya. Salah satunya sampah plastik yang sering dibuang di tutup sampah saja.  Padahal sampah plastik akan terurai setelah seratus tahun.

KASEK: Ida Karima, S.Pd, Kepala Sekolah.

“Kita sampaikan ke anak-anak, plastik tidak bisa diurai 100 tahun. Makanya anak-anak kita ajak berfikir, sampah plastik bisa dibuat untuk apa. Akhirnya beberapa siswa punya ide, ow bisa dibuat  meja dan kursi, lalu botol bekas plastik untuk vas bunga, botol galon untuk menanam bibit. Karena temanya gaya hidup berkelanjutan, maka sampah harus didaur ulang menjadi barang berguna untuk kelanjutan hidup manusia. Hasil-hasil karya itu hari ini kita pamerkan dalam bentuk panen karya,”tambahhya.

Baca juga:  Lapas Kelas 1 Semarang Fasilitasi Pernikahan Warga Binaan

Panen Karya juga dihadiri Kepala Pembinaan SD Diknas Kota Semarang, Hidayatulloh, Susmiyati, Korsatpen Semarang Selatan, Sumarno Pengawas SD Lamper Kidul, Lurah Lamper Kidul, Komite, Babinsa, dan ortu kelas 1-4.

“Kami apresisasi yang luar biasa panen karya ini sehingga meriah. Anak-anak dibekali keterampilan life skill sehingga bisa mandiri bersaing di tingkat global. Sehingga tahun 2045 bisa menggantikan para senior seperti kita ini,”kata Hidayatulloh.

Menurutnya SDN Lamper Kidul 01 harus bangga karena dipilih menjadi  Sekolah Penggerak yang harus menggerakkan semua warga  sekolah dalam  menimplementasikan kurikulum merdeka.

Suliyati, Pembina Diknas Pemprov Jateng  dalam sambutanya mengatakan, dengan menjadi sekolah penggerak, SD ini harus menjadi contoh sekolah lain untuk maju. Anak-anak diminta menunjukkan minat bakat punya karakter profil Pancasila yang akan terus dipantau. Sebab program Panen Karya ini dilakukan 6 bulan sekali setiap akhir semester. Ada tahap satu semester awal diikut siswa kelas 1-4, dan semester dua diikuti siswa kelas 1 dan 5 di semestir akhir.

Baca juga:  Ahmad Luthfi: Isi Kemerdekaan dengan Cancut tali Wondo Gugur Gunung 

 “Nanti akan ada tahap kedua di semester akhir dengan tema berbeda,”imbuhnya.

Susmiyati, Korsatpen Semarang Selatan menambahkan, ada beberapa dimensi dalam kurikulum merdeka. Poduknya anak-anak harus punya karakter beriman dan bertawqa, punya gagasan orisinil, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, kreatif, bhinneka tunggal ika, sehingga mampu bersaing di tingkat global. (jan)




TERKINI




Rekomendasi

...