JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG-Sebanyak 460 siswa SD dan SMP dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah berkompetisi dalam ajang tahunan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 pada 9–11 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan FTBI dipusatkan di dua lokasi, yakni pembukaan dan penutupan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Serta perlombaan di Universitas Ngudi Waluyo (UNW).
Pembukaan FTBI ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.; Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen; Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H.; Rektor Universitas Ngudi Waluyo, Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum.; Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si.; Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, Ibu Dr. Nugraheni Triastuti, S.E., M.Si.; Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah, Bapak Darmadi, S.Pd., M.Pd.
serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya kegiatan FTBI sebagai upaya strategis untuk melestarikan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa.
Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan bahasa sebagai alat komunikas. Tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewariskan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal kepada generasi penerus di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan zaman.
“Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan kegiatan penting yang memiliki manfaat besar dalam upaya melestarikan bahasa daerah kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh rasa cinta dan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya bangsa,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutan pembukaan FTBI di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa pelestarian bahasa daerah harus diwujudkan melalui upaya nyata agar bahasa daerah tetap digunakan dan diwariskan secara berkelanjutan.
Melalui FTBI, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal bahasa daerah sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki kebanggaan untuk mempelajari dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu ini, mari kita jadikan bahasa daerah sebagai warisan yang terus hidup, diwariskan dengan bangga dari satu generasi kepada generasi berikutnya,” jelas Hafidz.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan FTBI sebagai bagian dari upaya menjaga bahasa dan budaya daerah.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah atas komitmen dan kontribusi dalam pelaksanaan program pelindungan bahasa daerah di Provinsi Jawa Tengah.
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah juga memberikan piagam penghargaan kepada 35 Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah atas dukungan dalam Program Pelindungan Bahasa Daerah.
“Generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal dan menggunakan bahasa daerah dengan cara yang dekat dengan dunia mereka,” tutur Taj Yasin.
Dalam ajang FTBI tersebut, peserta berkompetisi dalam tujuh mata lomba, yaitu membaca dan menulis aksara Jawa, mendongeng, berpidato, menulis cerkak, membaca geguritan, nembang macapat, dan komedi tunggal (ndhagel ijen).
Festival yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini bekerja sama dengan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) dan Pemerintah Kabupaten Semarang. (*/tkj)






