JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) memperkuat sinergi dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pengelola zakat, baik pemerintah maupun swasta, penting agar dana umat dapat memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan.
“Ini saya berharap ada kolaborasi, ada sinergi sehingga kesejahteraan itu benar-benar berdampak,” kata Taj Yasin seusai acara Muhammadiyah Zakat Summit 2026 di Radjawali Semarang Cultural Center, Kota Semarang pada Jumat, 6 November 2026.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai, pengelolaan dana zakat tidak cukup hanya berorientasi pada penyaluran bantuan. Pengelola zakat perlu memastikan dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan secara produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.
Ia berpesan kepada para pimpinan dan pengurus Lazismu agar memperhatikan kebermanfaatan program secara detail, termasuk memastikan dana yang disalurkan mampu berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Taj Yasin juga mengapresiasi berbagai program Lazismu yang dinilai mampu menjawab persoalan sosial masyarakat. Salah satunya program Water Care di Kabupaten Sragen yang membantu mengatasi persoalan kekeringan melalui penyediaan air siap minum.
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi contoh kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah dalam menangani persoalan mendasar masyarakat.
Di Jawa Tengah, Pemprov juga mengembangkan program Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) bersama Baznas untuk memperkuat ketahanan air melalui pembangunan sumur resapan.
Program tersebut salah satunya diterapkan di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Taj Yasin mengatakan, wilayah yang sebelumnya rutin mengalami kekurangan air hingga membutuhkan droping saat musim kemarau, kini mampu bertahan tanpa bantuan distribusi air.
“Biasanya dua tahun yang lalu di daerah tersebut drop air setiap musim kemarau. Tetapi pada musim kemarau kali ini enggak ada,” ungkapnya.
Ia berharap, program-program serupa dapat dikembangkan melalui kolaborasi Lazismu, Baznas, dan pemerintah daerah untuk mengatasi kekeringan sekaligus persoalan sosial lainnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Mujadid Rais, menyampaikan, penghimpunan dana Lazismu secara nasional hingga saat ini mencapai Rp827 miliar. Angka tersebut melampaui target tahun sebelumnya sebesar Rp801 miliar.
Dari jumlah tersebut, dana yang telah disalurkan mencapai Rp630 miliar, dengan allocation collect ratio (ACR) nasional sebesar 76,72 persen. Penyaluran tersebut telah menjangkau 132.225 penerima manfaat.
Mujadid juga mengapresiasi kontribusi Lazismu Jawa Tengah yang mencapai Rp378 miliar atau sekitar 45,67 persen dari total penghimpunan nasional.
Ia berharap, konsolidasi dan penguatan tata kelola yang dilakukan melalui Muhammadiyah Zakat Summit dan Rapat Kerja Nasional Lazismu dapat mendorong penghimpunan dana zakat nasional mencapai Rp1 triliun pada tahun mendatang. (ucl)





