27 C
Semarang
Minggu, 5 April 2026

Satgas Sukoharjo Wajibkan SPPG Transparan di Media Sosial




JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Menanggapi viralnya aksi protes masyarakat terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sukoharjo bergerak cepat. Ketua Satgas MBG Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, resmi menerbitkan surat edaran tegas yang mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengedepankan transparansi dan higienitas.

Langkah ini juga diambil sesuai dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini benar-benar memberikan dampak positif bagi derajat gizi anak sekolah di Sukoharjo.

Eko Sapto menegaskan, salah satu poin utama dalam edaran tersebut adalah instruksi bagi setiap SPPG untuk mengaktifkan kembali akun media sosial mereka. Masyarakat kini diberikan akses luas untuk mengawasi langsung kualitas makanan yang didistribusikan.

Baca juga:  Ikut Berperan Pemulihan Pandemi, 234 SC Fokus Giat Sosial dan Olahraga

“Kami instruksikan agar semua SPPG mengunggah menu harian MBG lengkap dengan label harga dan kandungan gizinya. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut menilai apakah menu tersebut sudah amanah atau belum,” ujar Eko Sapto dalam keterangannya, Selasa (3/3).


Selain transparansi informasi, aspek kemasan juga menjadi sorotan. Satgas melarang penggunaan kantong plastik sederhana dan mewajibkan penggunaan wadah yang higienis seperti thinwall atau tempat sejenis yang lebih representatif.

Eko Sapto mengajak masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan dengan cara memfoto atau memvideokan menu yang diterima, lalu mengunggahnya ke media sosial. Pihak Person in Charge (PIC) di lapangan juga diwajibkan memberikan testimoni sebagai bentuk laporan publik.

“Jika ada yang tidak bagus, sampaikan dengan jelas: dapur mana, lokasi mana, kecamatan mana. Kami akan langsung sisir dan tindak lanjuti. Yang kurang bagus akan kami koreksi, yang sudah bagus akan kami apresiasi,” tegasnya.

Baca juga:  Dua Bocah Asal Simo Boyolali Tewas Tenggelam di Embung

“Ini adalah upaya pengawasan 360 derajat. Harapan kami kita fair; sampaikan kekurangan secara objektif, dan berikan komentar positif untuk menu yang sudah sesuai harapan,” tambah Eko.

Program MBG di Sukoharjo diharapkan tidak hanya sekadar memberikan makan gratis, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mencegah stunting, memutar roda perekonomian lokal, serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

“Ini adalah investasi terbaik untuk anak-anak kita di masa mendatang. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi meningkatkan derajat hidup masyarakat,” pungkas Ketua Satgas MBG Sukoharjo tersebut. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...