Wagub Hadiri Festival Pande Besi dan Opor Bebek 


JATENGPOS. CO. ID, KLATEN – Keberhasilan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, dalam mengembangkan potensi desa berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bahkan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadikan desa tersebut sebagai contoh pengembangan Program Desa Dampingan di Jawa Tengah.

Permintaan itu disampaikan Gus Yasin saat membuka Festival Pande Besi dan Opor Bebek di Desa Kranggan, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, Desa Kranggan menunjukkan pembangunan desa akan berhasil ketika seluruh potensi lokal mampu diintegrasikan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga badan usaha milik desa.


“Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian besar kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang,” ujar Gus Yasin, yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi ini.

Ia menegaskan, pendampingan desa tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata. Yang lebih penting adalah membangun kapasitas masyarakat agar mampu mandiri, memiliki jejaring, serta mampu meningkatkan kesejahteraan warganya.

“Yang kita inginkan desa bisa benar-benar berdaya, memiliki koneksi, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” katanya.

Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian Wakil Gubernur adalah keberadaan Posyandu Jiwa Gemas Ketawa (Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa). Program tersebut tidak hanya mendampingi warga dengan gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga mendorong mereka agar kembali produktif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Baca juga:  Kuasa Hukum Siswa Tewas di SMPN 2 Desak Transparansi, Soroti Sekolah Lalai

Menurut Gus Yasin, model pelayanan tersebut selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tengah merancang Klinik Disabilitas.

“Di sini ada Posyandu Kejiwaan. Ini sinkron dengan kami yang saat ini baru merumuskan Klinik Disabilitas. Nanti bisa kita tambahkan layanan bagi ODGJ sehingga masuk dalam penanganan yang lebih terpadu,” ungkapnya.

Selain mengapresiasi inovasi sosial, Gus Yasin juga meminta Biro Kesejahteraan Rakyat melakukan evaluasi rutin terhadap 61 Desa Dampingan OPD di Jawa Tengah. Desa-desa yang masih mengalami kendala nantinya akan diajak belajar langsung ke desa yang telah berhasil.

“Yang mengalami kesulitan nanti kita ajak keliling ke desa-desa supaya mereka punya gambaran bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki,” tegasnya.

Keberhasilan Desa Kranggan tidak lepas dari kolaborasi dengan perguruan tinggi. Melalui pendampingan Universitas Sebelas Maret (UNS), desa tersebut berhasil mengembangkan Besalen Koripan menjadi museum metalurgi pertama di Indonesia yang dikelola pemerintah desa dan telah masuk dalam registrasi nasional.

Wakil Rektor UNS, Prof. Ir. Dodi Aryawan, menjelaskan, program pendampingan yang berlangsung selama Juni hingga November 2025 berhasil memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Sebanyak 320 wisatawan tercatat mengunjungi museum tersebut. Pendapatan museum meningkat hampir sepuluh kali lipat, dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta. Sementara penjualan produk pisau hasil para pande besi melonjak sembilan kali lipat, dari Rp735 ribu menjadi Rp6,9 juta.

Baca juga:  Milad ke 109 Muhammadiyah Jawa Tengah, Optimisme Menyongsong Muktamar ke 48

Menurut Gus Yasin, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembangunan desa akan lebih cepat apabila OPD mampu menggandeng perguruan tinggi, akademisi, maupun organisasi masyarakat sebagai mitra pendamping.

Selama berada di Desa Kranggan, Wakil Gubernur juga meninjau peternakan ayam milik BUMDes, Museum Besalen Koripan, serta berbagai stan pelayanan publik yang menghadirkan layanan administrasi kependudukan, konsultasi kemasan UMKM, layanan Samsat, perpustakaan desa, hingga fasilitasi sertifikasi halal.

Ia juga mengaku terkesan dengan kebersihan lingkungan desa yang dinilai menjadi cerminan tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Di sini anak-anak mudanya tidak meninggalkan budaya. Justru kreativitas mereka mampu mengembangkan warisan budaya menjadi paket wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Gus Yasin.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat berupa bibit tanaman, kursi roda bagi penyandang disabilitas, serta bantuan satu ton beras untuk keluarga kurang mampu.

Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utama, berharap perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin memperkuat semangat masyarakat dalam membangun desa.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemajuan Desa Kranggan sehingga semakin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya. (*)


TERKINI

Rekomendasi

...