Wawali Astrid Beri Nama Bayi dari KA Sancaka ‘Bayu Nawasena Bhayangkara’


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Jajaran Polresta Surakarta bersama Pemerintah Kota Surakarta menunjukkan komitmen nyata terhadap keselamatan dan perlindungan anak.

Senin (6/7), rombongan lintas instansi mengunjungi bayi yang ditemukan di atas Kereta Api Sancaka jurusan Yogyakarta–Solo, yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Tk. IV Surakarta.

Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Karumkit Bhayangkara Tk. IV Surakarta Kompol dr. Arif Tria Novianto, Sp.THT-BKL, FICS, Kasat Res PPA dan PPO Polresta Surakarta Kompol Ratna, serta Kapolsek Banjarsari Kompol Harno.

Kehadiran para pejabat ini menjadi bentuk dukungan moril sekaligus memastikan sang bayi mendapatkan penanganan medis terbaik.


Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, melalui Kasihumas AKP Lingga Ramadhani, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud kehadiran Polri dalam melindungi anak-anak yang berada dalam situasi rentan.

Baca juga:  Warga Solo Usia 18 Tahun ke Atas Mulai Divaksin

“Melalui Sat PPA, kami terus melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pemda serta rumah sakit agar hak kesehatan maupun perlindungan hukum bayi ini terpenuhi dengan baik,” ujar AKP Lingga.

Dalam momen emosional tersebut, Wakil Wali Kota Astrid Widayani memberikan nama khusus untuk sang bayi: Bayu Nawasena Bhayangkara.

“Nama ini bukan sekadar identitas, melainkan untaian doa mendalam bagi masa depannya.” Ungkap Astrid Widayani.

Astrid memaparkan filosofi di balik nama tersebut: Bayu: Merepresentasikan unsur kehidupan yang mengalir, simbol perjalanan hidup yang diharapkan terus bergerak menuju kebaikan. Nawasena: Bermakna harapan baru dan masa depan yang gemilang. Bhayangkara: Menjadi pengingat abadi atas ketangkasan, perhatian, dan perlindungan yang diberikan oleh Polri sejak awal ia ditemukan.

Baca juga:  Mobil Dinas AD 7 F Antarkan Pernikahan Daryanto - Giyatmi

Di sisi lain, Polresta Surakarta memastikan bahwa penyelidikan terkait kasus penelantaran ini terus berjalan di ranah hukum. Kendati demikian, fokus utama saat ini tetap terbagi adil pada pemulihan fisik sang bayi.

Kolaborasi erat antara Polri, Pemkot Surakarta, dan tim medis RS Bhayangkara diharapkan menjadi representasi hadirnya negara dalam memberikan rasa aman, perlindungan layak, dan kasih sayang yang sempat terenggut dari bayi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, bayi laki-laki tersebut ditemukan pada Sabtu (04/07) dalam toilet KA Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya, saat kereta masih melaju. Demi keselamatan sang bayi diturunkan di Stasiun Solo Balapan untuk kemudian dirawat di RS Bhayangkara Solo. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...