JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menyalurkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pertanian, peternakan, dan perikanan dengan total nilai mencapai Rp24,045 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E., di Graha Satya Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo pada Senin (3/8).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo ini dihadiri sekitar 400 peserta. Hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukoharjo, Sekretaris Daerah, jajaran Kepala OPD, Kepala BPS Sukoharjo, para camat, 120 kepala desa/lurah, serta penyuluh lapangan dan perwakilan 220 kelompok penerima bantuan.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini bersumber dari kolaborasi anggaran APBD Kabupaten, APBD Provinsi, serta APBN Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan Perikanan.
Total terdapat 23 jenis bantuan yang terbagi dalam 250 paket bantuan untuk disebar ke 120 desa/kelurahan di 12 kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo.
“Maksud kegiatan ini adalah wujud komitmen Pemkab Sukoharjo untuk menyerahkan bantuan secara resmi, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel kepada kelompok tani, kelompok ternak, kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), serta kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar),” ujar Bagas Windaryatno.
Adapun bantuan fisik yang disalurkan mencakup berbagai sektor: Prasarana Pertanian: Pembangunan irigasi perpompaan (Rp8,4 miliar), rehabilitasi jaringan irigasi tersier (Rp6,1 miliar), pembangunan jalan usaha tani (Rp1,3 miliar), irigasi perpipaan (Rp1,27 miliar), irigasi air tanah dalam (Rp675 juta), dam parit (Rp369 juta), sumur dangkal (Rp120 juta), serta revitalisasi embung (Rp100 juta).
Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan): Traktor roda 4 (Rp2,33 miliar), combine harvester (Rp1,57 miliar), traktor crawler (Rp345,5 juta), power thresher (Rp280,5 juta), pompa air (Rp251,4 juta), rice transplanter (Rp143,7 juta), pengering tembakau (Rp120 juta), kendaraan roda 3 (Rp37 juta), hand tractor (Rp20 juta), dan hand sprayer elektrik (Rp20 juta).
Sarana Pertanian & Perikanan: Benih/bibit, pupuk ZK (Rp200 juta), pestisida organik (Rp80 juta), bantuan keuangan kelompok ternak (Rp225 juta), chest freezer perikanan (Rp3,03 juta), serta bantuan keuangan prasarana pembudidaya ikan (Rp20 juta).
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, S.E., menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk investasi nyata dalam memperkuat daya saing dan produktivitas para pelaku sektor pertanian di Sukoharjo.
“Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan adalah penopang utama ketahanan pangan dan penggerak ekonomi daerah. Penyerahan bantuan ini memiliki tiga tujuan utama: meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak dengan menekan biaya produksi, menjadi strategi mitigasi perubahan iklim khususnya fenomena El Nino, serta mewujudkan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo 2025–2030 untuk membangun sektor pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan,” tegas Eko Sapto Purnomo.
Plt. Bupati juga meminta seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Perikanan serta para penyuluh di lapangan untuk tidak berhenti hanya pada seremoni serah terima. Ia menekankan pentingnya pengawasan dan pemantauan berkala.
“Pekerjaan saudara-saudara belum selesai di berita acara saja. Lakukan pemantauan dan pengawasan rutin agar bantuan dipelihara dengan baik, dimanfaatkan secara kelompok, serta benar-benar berdampak pada peningkatan hasil panen, kesehatan ternak, dan hasil perikanan yang melimpah,” pungkasnya. (dea/rit)



